Kepemimpinan

Pemimpin Ideal Menurut Islam

Masalah kepemimpinan (leadership) merupakan pembahasan yang paling menarik dan tidak pernah ada habisnya.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Oleh Havis Aravik S.H.I., M.S.i 

Kepemimpinan adalah fakta sosial yang tidak bisa dihindarkan untuk mengatur hubungan antar individu yang tergabung dalam satu masyarakat.
Di mana masing-masing individu memiliki tujuan kolektif yang ingin diwujudkan bersama dalam masyarakat.
Kepemimpinan merupakan gejala universal yang ada pada setiap kelompok manusia sebagai sebuah sistem sosial, mulai dari kelompok kecil yang terdiri dari beberapa orang sampai pada kelompok besar yang dinamakan bangsa.

Gejala kepemimpinan telah banyak dikaji oleh para ahli sehingga tersedia cukup banyak teori-teori sebagai alat analisis untuk membahasnya.

Dalam Islam, pemimpin sering diartikan yang mengarah kepada istilah seperti Umara dan Ulil Amri yang berarti pemimpin negara atau pemerintahan.

Amirul Mukminin, yang berarti pemimpin umat. Al-Qiyadah, yang berarti ketua atau pemimpin kelompok.

Al-Masauliyah, yang berarti penanggung jawab, dan Khadimul Ummah yang berarti pelayan umat.

Pemimpin menjadi salah satu pilar penting dalam upaya kebangkitan umat Islam yang telah dikenal memiliki manhajul hayat (konsep hidup) paling teratur dan sempurna dibandingkan konsp-konsep buatan dan olahan hasil rekayasa dan imajinasi otak manusia.

Eksistensi kepemimpinan memiliki landasan syar'i dan 'aqli sebagaimana tercermin dalam surah Al-Furqan [25]: 74, dan An-Nisa' [4]: 59.
Islam telah memberikan panduan yang sangat lengkap tentang karakter pemimpin ideal yang dibutuhkan umat. Panduan tersebut secara jelas dan tegas telah praktekkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupannya, baik ketika di Makkah maupun di Madinah.

Keteladanan diberikan Rasulullah SAW merupakan model kepemimpinan yang dapat dijadikan patokan dalam memimpin bagi seluruh umat manusia.

Adapun karakter pemimpin ideal tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, cerdas dalam berkomunikasi. Buchari Alma dan Donni Juni Prinsa (2009) menyatakan bahwa komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting.

Dalam Islam kepandaian berkomunikasi (ability to communicate) sama dengan silaturahmi.

Dengan seringnya berkomunikasi, maka akan terjadi banyak komunikasi.

Pandai berkomunikasi secara baik, jujur, menarik akan sangat membantu seorang pemimpin dalam membangun relasi dengan orang yang dipimpinnya.

Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang mampu memberikan pemahaman dan ketenangan bagi pendengarnya.

Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana dalam berkomunikasi antara lain;

Sumber:
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved