Karhutla

'Perang' di Lahan Gambut Sumsel

Ada selorohan tak mengenakkan ketika peristiwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2015 lalu yaitu, "Sumsel Pengekspor Asap"

Editor: Salman Rasyidin
ist
Oleh : Kol. Inf. Kunto Arief Wibowo 

Prinsip dasar yang dipegang, Sumsel zero asap, semua anggota harus siap.

Mengapa TNI harus sangat peduli dan bertindak terhadap ancaman karhutla ini?

Sederhana saja jawabannya. Pertama, terjadinya karhutla di Sumsel menimbulkan masalah besar, mulai dari kesehatan, ekonomi, keamanan, dan bahkan harga diri bangsa.

"Ekspor asap" bagi TNI ini sudah sebuah coreng ke kening, dan itu jelas sesuatu yang harus direspon cepat.

Kedua, tahun 2018 ini akan ada ajang ASIAN Games, perhelatan olahraga negara-negara se-ASIA.

Seluruh negara di ASIA akan datang ke bumi Sriwijaya ini.

Karena itu, kondusifitas lingkungan harus betul-betul dijaga, martabat bangsa jadi taruhan.

Sederhananya, ini berkaitan dengan Merah Putih.

Tak bisa tidak, TNI harus terdepan pada posisi ini.

Biarlah pihak lain menyelenggarakan ASIAN Games di arena pertandingan, TNI akan berjuang di tengah rawa gambut.

Ketiga, menjaga tidak adanya karhutla dan berusaha memadamkan sesegera mungkin, memerlukan orang-orang lapangan yang terlatih, cepat, sigap, tanggap.

Suasana rapat koordinasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung BPPD Sumsel, Jumat (15/7/2016).
Suasana rapat koordinasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung BPPD Sumsel beberapa waktu lalu. (sripoku.com)

Di sisi ini, TNI sudah dari sononya dididik berprilaku siap siaga dalam posisi apapun.

Komando teritorial yang ada selama ini, diyakini sangat membantu, karena itu saatnya ini diterapkan.

Keempat, dalam posisi tertentu, sikap tegas dan penerapan "strategi perang", terkadang diperlukan juga. Ini disebabkan kondisi lapangan yang tidak mudah dan selalu berubah-rubah.

Ketegasan dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, sangat perlu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved