Piala Presiden 2018

"Sriwijaya FC Bermain Sangat Agresif, Tapi Tidak Bisa Cetak Gol"

Seharusnya dengan penguasaan bola 60-40 dan 5 peluang matang, Sriwijaya FC menang lebih dari satu gol atas tim tamu Bali United pada

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Bedjo
Sumberbola.com
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan. 

Memasuki babak ke-68, Sriwijaya FC mengurung pertahanan SFC. Namun, Manu dikartu kuning karena dianggap diving. Peluang kembali didapatkan SFC namun tendangan Konate juga masih gagal. Begitupun sunsulan N'Diaye juga melenceng.

Setidaknya, gawang Bali memang magic, umpan krosing dari Adam Alis yang disambut dengan tandukan tajam Manu pun masih melambung di atas mistar gawang.

Bali yang main bertahan lebih mengandalkan serangan balik. Stefano Lilipaly yang mampu merebut bola umpan panjang dari lini belakang, mampu berduel dengan N'Diaye dan seorang diri masuk ke areal pertahanan SFC, namun berhasil direbut Hamka dan bola kemudian diamankan oleh Teja Pakualam.

Sayang di tengah serunya pertandingan dan pasca SFC mendapatkan tendangan bebas, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring tiba-tiba mati lampu. Suasana stadion pun gelap dan wasit yang memimpin pertandingan pun memilih melakukan break.

Sebab, kondisi penerangan di stadion tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan pertandingan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pemain kedua tim untuk istirahat dan rehat.

Pertandingan kemudian dilanjutkan, namun hingga akhir pertandingan kedudukan 0-0 bertahan. Dengan hasil ini, SFC hanya merebut 1 poin di kandang sendiri, kesempatan masih ada saat melawat ke I Wayan Dipta Bali leg kedua, pada 14 Februari mendatang. (mg5)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved