Piala Presiden 2018

"Sriwijaya FC Bermain Sangat Agresif, Tapi Tidak Bisa Cetak Gol"

Seharusnya dengan penguasaan bola 60-40 dan 5 peluang matang, Sriwijaya FC menang lebih dari satu gol atas tim tamu Bali United pada

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Bedjo
Sumberbola.com
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seharusnya dengan penguasaan bola 60-40 dan 5 peluang matang, Sriwijaya FC menang lebih dari satu gol atas tim tamu Bali United pada Leg Pertama Piala Presiden 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (11/2) pukul 19.30 WIB.

Berita Lainnya:  Sriwijaya FC vs Bali United, Jelang Semifinal Leg Kedua, Rahmad Darmawan Janjikan Kejutan Ini

Namun faktanya, Beto dkk harus puas berbagi angka dan bermain dengan skor 0-0 hingga menit akhir. Dengan hasil ini, Sriwijaya FC seperti membuang kesempatan emas, dan harus tampil habis-habisan di leg kedua di markas Bali United.

Sebab, dengan bermain di kandang sendiri, SFC sudah bisa mendapatkan kemenangan dan agregat gol, sehingga sudah berada di atas angin, saat melawat ke kandang Bali United, Rabu (14/2) mendatang, di Stadion I Wayan Dipta Bali. Sekali lagi, peluang fifty-fifty, tetapi berat bagi Sriwijaya FC.

Seperti diketahui, regulasi Piala Presiden di babak semifinal ini menggunakan sistem home away alias kandang dan tandang. Semua tim semifinal harus melewati dua pertandingan tersebut untuk memastikan diri lolos ke babak final. Selain itu, agregat gol akan menjadi penentu.

Dalam kasus Sriwijaya FC, sebenarnya masih fifty setelah bermain seri, SFC mengantongi nilai 1 dan Bali mengantongi nilai 1 tanpa mencetak gol. Maka, mereka hanya perlu tampil habis-habis di Bali pada leg kedua yang akan digelar pukul 19:30 WIB.

Pelatih Rahmad Darmawan tetap memberikan apresiasi buat pemainnya."Saya ucapkan terima kasih kepada pemain kedua kepada suporter yang telah memberi motivasi luar biasa. Saya apresiasi pemain, karena tidak melakukan kesalahan, hanyasaja, lawan tidak memberi ruang pemain," ujar RD.

Dia mengaku ada hari di mana timnya tidak sedang dalam keberuntungan. Selain itu, ada beberapa moment di mana Beto dkk kurang tenang mengeksekusi peluang, sehingga gagal berbuah gol.

Dia sudah melakukan varian-varian yang memungkinkan menembus pertahanan. Dari one cross dari one two, tetapi ada hari di mana kita tidak bisa memanfaatkan peluang. "Tapi dari hari ini merupakan penampilan terbaik. Hanya saja tidak bisa mencetak gol. Menurut saya, kita main sangat agresif. Jadi ada masa yang mereka harus tenang. Terkadang gara-gara motivasi lebih, tapi apapun sekali lagi anak-anak sudah memberi penampilan terbaik," jelas RD.

Dalam pertandingan yang berlangsung seimbang ini, Sriwijaya FC tampil lebih agresif, sementara Bali lebih memilih bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Dua peluang didapatkan Sriwijaya FC dalam duel kontra Bali United di babak pertama. Tendangan Alberto Goncalves, kemudian sepakan Konate Makan memanfaatkan umpan Abimanyu serta tembakan jarak jaun Alvin masih melambung dari sasaran.

Sementara itu, Bali United juga dua kali peluang dari Stefanno Lilipaly meski selalu diblok barisan belakang Sriwijaya FC dan kiper Teja Pakualam, yang terbilang sangat rapat di babak pertama. Kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, RD tetap mengandalkan pergerakan Manuchekhr Dhzaloliv dan Adam Alis dari sektor sayap. RD kemudian menarik keluar Abimanyu yang mengalami cedera di bagian lututnya dan memasukan Esteban Vizcarra.

Sementara itu, Bali yang kesulitan memasuki lini pertahanan, kemudian mengubah cara bermain, mereka lebih mengandalkan bola-bola panjang, bahkan Nick Van Der Velden mencoba melakukan shoot dari luar kotak pertahanan.

Pada pertengahan babak kedua, sepakan Beto menyambut umpan Vizcarra masih melenceng dari sasaran. Begitupun peluang Dzhalilov juga gagal merubah skor 0-0.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved