Ibukota Pemerintahan

Ibukota Baru Untuk Indonesia Baru

Wacana perpindahan ibukota Indonesia menjadi cerita perpindahan ibukota terlama dalam sejarah perpindahan ibukota di dunia.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Ahmad Usmarwi Kaffah, SH., LL.M 

Ibukota Baru Untuk Indonesia Baru

Oleh: Ahmad Usmarwi Kaffah, SH., LL.M

Paralegal Lawyer di London dan Ketua Departemen pengabdian masyarakat Masika ICMI Republik Indonesia.

Ilustrasi Ibukota
Ilustrasi Ibukota (SHUTTERSTOCK)

Wacana perpindahan ibukota Indonesia menjadi cerita perpindahan ibukota terlama dalam sejarah perpindahan ibukota di dunia.

Presiden Sukarno mempersiapkan kota Palangkaraya sebagai pusat pemerintahan menggantikan Jakarta sejak tahun 1960.

Meskipun tak kunjung terealisasi, dalam rentang masa jabatan lima Presiden setelahnya, wacana ini tetap berlajut dan bahkan sedang masuk ke tahap paling serius sepanjang sejarah berkembangnya isu ini.

Apakah Palangkaraya atau bukan yang jelas Presiden Jokowi kelihatan tidak main-main untuk mewujudkan mimpi besar leluhur bangsa dan rakyat Indonesia.

Menteri Bapennas mendadak dipanggil Presiden untuk membicarakan khusus soal ini. Juli 2017 lalu sepertinya menjadi bulan pemicu segala rencana untuk persiapan perpindahan kota yang nantinya akan menjadi simbol Negara.

Namun demikian perpindahan ibukota jangan cuma dipandang sebagai sebuah solusi dari masalah yang ada, tapi juga harus dilihat sebagai tantangan untuk beraksi melompat lebih jauh memotong kompas.

Sehingga sekali melangkah dua-tiga pulau kita lalui dengan efisien dan hasilnya akan menjadi warisan indah yang dikenang oleh generasi masa depan.

Isu perpindahan ini meski diback up oleh skema pendanaan yang baik dan efisien, lokalisasi perkantoran yang tepat dan bentuk fisiknya mencerminkan semangat

Indonesia maju, rencana infrastruktur yang adaptable dengan perubahan zaman, sistem pipanisasi air minum dan grid aliran listrik yang modern, dan faktor teknis yang bersifat administratif.

Pendeknya, ibukota nantinya harus menjadi kota percontohan nasional untuk dapat ditiru oleh kota lainnya di Indonesia.

Ibukota adalah tempat yang paling tepat untuk memberikan pelajaran tata kelola kota yang benar kepada para pemangku kepentingan daerah yang notabenenya pasti akan berkunjung ke ibu kota.

Regulasi yang akan mengatur soal ini kemudian harus mampu mengkoordinasikan semuanya sampai ke detail yang komplit dan spesifik.

Sumber:
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved