Pergantian tahun Hijriah
Menyambut Tahun baru Hijrah 1439, Tahun Sinar Pembaruan
Tanggal 21 September ini kembali menjambangi kita dengan tibanya tahun baru Hijrah 1439 dan itu berarti sudah setahun pula umur kita berkurang.
Disinilah kita harus meletakkan bagaimana hijrah masa kita memiliki nilai tinggi.
Dalam Islam, hijrah Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya ke Madinah mempunyai nilai strategi yang sangat menentukan hidup matinya da'wah Islam.
Rasulullah melakukan hijrah ke Madinah bukanlah dikarenakan takut menghadapi orang-orang kafir Quraisy yang ada di Mekah.
Namun semua itu untuk mendapatkan suatu tempat yang aman dan tenang dalam membina masyarakat muslim dan menyusun kekuatan lahir dan batin guna kembali ke Mekah untuk menyerukan da'wah Islam.
Membersihkan Masjidil Haram serta Ka'bah dari patung-patung dan berhala yang berada disana.
Dari sini pula kita dapat mengetahui bahwa hijrah yang dimaksudkan itu yang bermotivasikan dengan jihat fii sabilillah, yakni berjuang di jalan Allah.
Tidak ada hijrah tanpa jihat sedangkan jihat itu haruslah ditunjang dengan hijrah.
Hijrah itu sendiri beserta jihatnya tidak mungkin dilaksanakan tanpa iman kepada Allah dan rasul-Nya.
Hijrah Masa Kini.
Apabila menelusuri sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits : "bahwasanya amal itu dengan niat dan bagi setiap orang hanyalah apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rosulullah, maka hijrahnya untuk Allah dan Rosul-Nya.Barang siapa niatnya kepada dunia yang ia peroleh atau kepada wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya kepada sesuatu yang ia hijrahi".
Pengertian hadits ini memberi makna, bahwa hijrah itu mempunyai makna yang bermacam-macam.
Oleh sebab itu hijrah di era sekarang ini, adalah hijrahnya kaum muslimin dari perbuatan-perbuatan yang dibenci atau dimurkai Allah SWT.
Artinya hijrah dengan maksud untuk melayani dan mempelajari agama Allah, meninggikan kalimah-Nya dan menyiarkan agama-Nya, maka hijrah yang demikianlah yang mempunyai nilai pahala yang agung di sisi Allah SWT.
Hadits ini juga mengandung arti bahwa, nilai amal perbuatan seseorang, bukan dinilai dari segi luarnya saja, tetapi niat yang menggerakkan perbuatan itulah yang mempunyai pengaruh dalam menentukan nilai amal tersebut.
Di samping itu juga untuk memberikan dorongan agar ikhlas dalam beramal karena semata-mata karena Allah, meskipun harus berpisah dengan tanah air, keluarga dan harta benda.
Makna hijrah bila dikaitkan dengan perkembangan kemajuan di berbagai bidang kehidupan di negeri kita saat ini sungguh sangat tepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/daud_20170630_151612.jpg)