Isra Miraj Nabi Muhammad

Melawan Perintah

Mungkin ada di antara kita yang pernah melakukannya, misalnya, "melawan perintah pimpinan", "melawan perintah orangtua",

Editor: Salman Rasyidin
IST/Aiptu Dulchalim, Bhabin 16 Ilir
H. Hendra Zainudin MPd.I 

Oleh karena itu secara hakiki fungsi shalat dan mi'raj sama, yaitu bertemu dan berdialog dengan Allah SWT.

Dengan demikian, shalat fardhu merupakan ibadah amal ibadah pertama yang akan dihisab di hari akhir nanti.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda; "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya pertama-tama perbuatan manusia yang dihisab pada hari kiamat, adalah shalat wajib.

Maka apabila ia telah menyempurnakannya (maka selesailah persoalannya). Tetapi apabila tidak sempurna shalatnya, dikatakan (kepada malaikat), 'Lihatlah dulu, apakah ia pernah mengerjakan shalat sunnah! Jika ia mengerjakan shalat sunnah, maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dengan shalat sunnahnya”. Kemudian semua amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu". (HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1: 345)

Shalat adalah satu-satunya ibadah yang harus selalu dilakukan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.

Meskipun kita sedang berpergian jauh, sedang sakit, sedang berada dalam suasana yang menakutkan dan mencekam, atau sedang dalam peperangan, kita tetap harus melakukan shalat.

Hanya wanita yang sedang haid dan nifas saja yang tidak wajib melakukan shalat. Coba kita bandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya, misalnya puasa Ramadhan.

Mereka yang sedang sakit boleh meninggalkannya, lalu menggantinya secara leluasa ketika sudah sembuh.

Bahkan jika sakitnya berlangsung terus-menerus, ia boleh tidak berpuasa tanpa harus mengganti puasanya pada kesempatan lain, dan ia cukup membayar fidyah sebagai penggantinya. Demikian pula, seorang jompo yang sudah tidak kuat berpuasa boleh meninggalkan puasa dengan membayar fidyah.

Muchlis Hanafi mengatakan shalat adalah sarana komunikasi seorang hamba dengan Allah Ta’ala.

Dengan komunikasi yang baik dan lancar, manusia akan sampai pada derajat yang tinggi.

Shalat juga merupakan kebutuhan manusia, tidak seorang pun di dunia ini yang tak pernah berharap dan merasa cemas. Secara sadar atau tidak, dalam shalat itulah semuanya tertumpahkan dan secara fisiologis melalui shalat pikiran dan jiwa akan kembali menjadi segar. Lalu dengan pikiran dan jiwa yang segar, kita justru akan bisa bekerja dengan lebih baik, lebih efisien, dan lebih produktif.

Sekarang mari kita bertanya, berapa banyak umat Islam di negeri ini yang mau menunaikan shalat? Tidak sedikit orang mengaku Muslim, tetapi tidak pernah melakukan shalat! Padahal Rasulullah SAW bersabda, "Pembatas antara seseorang dengan kekufuran adalah shalat" (H.R Jama'ah selain al-Bukhari).

Lalu, di antara mereka yang mau melakukan shalat, berapa banyak yang shalat lima waktunya "penuh" dan tidak "bolong-bolong"? Tentu jumlahnya lebih sedikit lagi! Bahkan sangat sedikit! Hal lain yang perlu kita evaluasi adalah efektivitas shalat kita.

Dengan jelas dan tegas, Allah SWT berfirman; "Sesungguhnya shalat mencegah (pelakunya) dari perbuatan keji dan munkar." (Q.S Al-An- kabut: 45)

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved