Isra Miraj Nabi Muhammad
Melawan Perintah
Mungkin ada di antara kita yang pernah melakukannya, misalnya, "melawan perintah pimpinan", "melawan perintah orangtua",
MELAWAN PERINTAH
(Hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H)
Oleh: H. Hendra Zainuddin. M.Pd.I
(Pimpinan Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Palembang)
Ungkapan melawan perintah tentu sudah tidak asing lagi bagi kita.
Mungkin ada di antara kita yang pernah melakukannya, misalnya, "melawan perintah pimpinan", "melawan perintah orangtua", "melawan perintah guru", dan sejenisnya.
Bila kita melawan perintah tentu ada sanksinya, baik pemecatan maupun bentuk hukuman lainnya. Pun, juga ketika kita melawan perintah Allah SWT seperti meninggalkan ibadah shalat fardhu, tentu ada sanksi atau hukumannya.
Karena pentingnya shalat fardhu ini, sehingga Rasulullah SAW secara khusus "diundang" oleh Allah SWT ke sidratul al-muntaha untuk menerima perintah shalat fardhu melalui peristiwa Isra' dan Mi'raj.
Bila kita meninggalkan shalat fardhu setidaknya terdapat tiga belas siksaan dari Allah yang akan diberikan kepada kita,yakni;
A. Lima siksa yang akan dirasakan di dunia, meliputi;
1) Dihilangkan keberkahan umurnya. Bagi manusia yang tidak shalat semakin panjang umurnya, maka semakin banyak pula kemaksiatan yang dilakukannya, sehingga Allah SWT menutup mata hatinya terhadap semua kebenaran dari Allah SWT.
2) Dihapus aura orang-orang shaleh dari wajahnya. Artinya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan kehilangan kehormatan dirinya. Kelak wajahnya merepresentasikan amalannya, sehingga untuk meruntuhkan kehormatan diri orang tersebut dicampakkan wajahnya dengan menyeret serta membenamkannya ke dalam jurang api neraka.
3) Setiap amal kebaikan yang dikerjakan tidak akan dijadikan sebuah pahala oleh Allah SWT. Artinya, sebanyak apapun amal perbuatan yang dilakukan tidak dihitung sebagai amal shaleh dan tidak akan menolongnya di akhirat nanti.
4) Do'anya tidak akan diangkat ke langit. Artinya, semua do'anya tidak akan dikabulkan Allah SWT sampai ia bertaubat menjalankan shalat secara taat.
5) Tidak ada bagian doa orang shaleh untuk yang meninggalkan shalat, yakni; semua do'a dari orang-orang yang taat kepada Allah SWT tidak diikutsertakan dalam rangkaian do'a yang mereka lakukan.
B. Dua siksa ketika sakratul maut, yakni:
1) Ia akan mati dalam keadaan hina. Maksudnya, ketika ia meninggal dunia dalam kondisi yang buruk (su'ul khotimah), misalnya, meninggal dunia ketika sedang merampok, berzinah, dan lainnya.
2) Ia akan mati haus dan kelaparan. Maksudnya, ketika sakratul maut nyawa orang tersebut tertahan sampai tenggorokan.
Panas dan kering. Orang itu akan merasa sangat haus dan lapar, sehingga Malaikat pencabut nyawa menunggu orang itu melantunkan syahadat atau setan yang berwujud sebagai penolong yang membawakannya segelas air?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ruwahan_20170519_135036.jpg)