Isra Miraj Nabi Muhammad
Melawan Perintah
Mungkin ada di antara kita yang pernah melakukannya, misalnya, "melawan perintah pimpinan", "melawan perintah orangtua",
Sekarang kita mendapati fakta bahwa masih banyak orang Islam di negeri ini yang melakukan --bahkan menggemari, melakukan dengan terang-terangan, atau melakukan tanpa rasa malu-- perbuatan keji dan munkar.
Dari fakta ini, kita bisa menyimpulkan, pasti masih banyak orang Islam di negeri ini yang tidak menjaga shalat atau bahkan tidak shalat sama sekali.
Tidak menjaga shalat bisa berarti shalatnya masih "bolong-bolong", hanya shalat jika "ati karep".
Bisa pula berarti lalai dan tidak khusyu’ ketika melakukan shalat, atau shalat karena riya', atau tidak menjaga nilai-nilai shalat di luar shalat, atau dengan kata lain "shalatnya tidak membekas".
Tidak jarang kita melihat orang Islam yang melakukan shalat atau datang ke masjid, tetapi masih korupsi, masih mau menerima suap, atau masih berzina? Ini tidak mungkin terjadi jika seseorang benar-benar menjaga shalatnya, baik kuantitas maupun kualitasnya.
Marilah mulai saat ini, melalui memontum isra’ mi’raj 1438 H ini kita senantiasa mengintrospeksi diri, apakah ibadah shalat fardhu yang kita masih "bolong-bolong" atau sama sekali tidak melaksanakan shalat.
Bukankah, perintah shalat lima waktu sangat istimewa karena perintah tersebut langsung diterima Rasulullah SAW dari Allah SWT melalui perjalanan Isra dan Mi'raj.
Demikian pula, ketika kita melawan perintah Allah SWT, yakni meninggalkan shalat fardhu terdapat empat belas siksaan yang dahsyat dari Allah yang akan diberikan kepada kita, baik di dunia, ketika sakratul maut , saat berada dalam kubur, ketika keluar dari kubur.
Apakah kita masih mau meninggalkan shalat?
Semua tergantung pada diri kita sendiri !!!.
Naskah Ini sudah pernah dipublikasi di Sriwijaya Post edisi cetak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ruwahan_20170519_135036.jpg)