Palembang Banjir

Batas Kota Terparah

Hujan yang mengguyur Kota Palembang sejak Kamis malam hingga Jumat (9/11) pagi menyebabkan banjir

Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Batas Kota Terparah
Sripo/Jack
DIUNGSIKAN — Petugas Badan Penanggulangan Bencana Alam (BNPB) Sumsel dibantu warga sekitar, menggunakan perahu karet mengungsikan sejumlah warga yang rumahnya terendam air di kawasan Jalan Gotong Royong Depan Masjid Rt 14 RW 03 Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame Palembang, Jumat (9/11).

Palembang, SRIPO — Hujan yang mengguyur Kota Palembang sejak Kamis malam hingga Jumat (9/11) pagi menyebabkan banjir di mana-mana. Kawasan batas kota (KM 12) menjadi daerah terparah terendam banjir. Puluhan ruko dan rumah warga dimasuki air setinggi 50-80 sentimeter.

Bahkan, sebanyak 64 unit rumah warga di RT 14 dan 03 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarame Palembang dimasuki air setinggi 80 sentimeter. Puluhan warga di dua RT tersebut untuk sementara terpaksa mengungsi.

Pantauan kemarin, kawasan yang dilanda banjir tersebut merupakan pemukiman penduduk cukup padat terletak sekitar 80 meter dari Jl Raya KM 12 Palembang.

Ketinggian air mencapai 80 cm hingga perahu karet yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel bisa dipakai untuk menampung puluhan orang mengarungi banjir tersebut.

Bahkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH terpaksa naik perahu karet, saat mendatangi lokasi banjir tersebut. Alex dan rombongan dinas terkait sempat masuk beberapa rumah warga yang terendam menggunakan perahu karet.

Sebanyak dua perahu karet dan empat tenda sudah disiagakan. Begitu juga Dinas Sosial langsung mengerahkan bantuan berupa beras sebanyak 1,5 ton, peralatan dapur, makanan siap saji, sabun, odol, sikat gigi dan lainnya.

Bantuan itu diserahkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin secara simbolik kepada beberapa warga yang rumahnya banjir disaksikan Kadis Sosial Apriyadi, Kaban Penanggulangan Bencana Daerah, Yulizar Dinoto, Plt Kabiro Humas dan Protokol, Irene Camelyn dan Ketua RT 03, Marwan. Masing-masing kepala keluarga (KK) mendapatkan beras 15 Kg.

Menurut Marwan, sebagian warga yang kena banjir tersebut sudah ada yang mengungsi meninggalkan rumah mereka. Marwan menduga banjir yang melanda lingkungan tempat tinggalnya itu, dikarenakan dulu ada areal rawa kosong di samping SPBU tempat tampungan air tetapi sudah ditimbun.
Selain itu ada aliran air yang lebarnya mencapai 2 meter juga sudah rusak sehingga air tidak bisa mengalir lebih cepat.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH, kepada warga mengatakan baru hujan satu malam banjirnya sudah seperti ini. Bagaimana jika sampai tiga hari berturut-turut.

Lebih lanjut Alex menegaskan Pemprov Sumsel juga akan memikirkan dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi banjir tersebut supaya kondisinya tidak separah saat ini.
“Katanya, dulu banjirnya tidak seperti ini, tapi sekarang begini,” tutur Alex Noerdin.

Jalintim Macet
Arus kendaraan menuju Kota Pangkalan Balai maupun arus kendaraan lintas provinsi baik pribadi maupun angkutan umum serta angkutan barang lumpuh total dengan kemacetan kendaraan mencapai puluhan kilometer.

Penyebabnya, ruas Jalintim Palembang-Betung Km 12 Sukajadi Kecamatan Talangkelapa Banyuasin yang merupakan jalur lintas sumatera, Jumat (9/11)  tergenang banjir dengan kedalaman air mencapai 50 cm lebih.

Genangan air hujan ini sudah terjadi sejak tengah malam, namun hingga pagi hari belum kunjung surut hingga membuat arus lalu lintas hanya mampu dilewati satu arah. Itupun harus berhati-hati, jika tidak dipastikan kendaraan akan mogok karena mesin bisa kemasukan air.

Kondisi ini membuat, mobilitas kendaraan sangat lamban bahkan petugas Satlantas Polres Banyuasin yang di terjunkan di lokasipun nampak kewa-lahan mengatur arus kendaraan.

Tidak hanya Jalintim, banjir juga menggenangi puluhan ruko dan rumah penduduk yang ada di wilayah ini. Genangan air ini akibat buruknya saluran drainase bahkan hampir sebagian besar parit sudah tidak berfungsi lagi karena tertimbun tanah ataupun sampah.

Sehingga kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk diatasi segera, mengingat dampak dari banjir ini bisa menghambat mobilitas perekonomian masyarakat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved