Sukhoi Maut
Black Box Ditemukan di Jurang
Setelah dilakukan pencarian panjang selama beberapa hari, kotak hitam
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Juru bicara Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, mengatakan sudah mengetahui penyebar foto palsu korban Sukhoi Superjet 100. Hingga saat ini polisi masih menyelidikinya.
“Terkait dengan penyelidikan gambar-gambar di sosial media, saat ini masih berlangsung,” kata Boy.
Menurutnya, tim penyidik cyber Polri telah menginvestigasi beredarnya foto korban kecelakaan pesawat.
Boy membenarkan penyebar foto palsu itu berinisial YS.
“Belum jadi tersangka,” ujarnya.
Boy mengisyaratkan sudah tahu keberadaan YS tapi enggan menyebut lokasinya. Yang jelas, “Dia orang Indonesia.”
Ia menegaskan, foto korban berlumur darah yang beredar lewat BlackBerry Messenger serta situs jejaring sosial soal korban Sukhoi tidak benar.
“Terkait dengan gambar korban kecelakaan yang digunakan adalah gambar yang bukan tejadi di Gunung Salak,” ujarnya.
Boy mengimbau masyarakat umumnya, serta keluarga korban khususnya tidak terpengaruh oleh peredaran foto-foto tersebut.
“Masyarakat dan keluarga (korban) agar tidak terpengaruh apabila ada pihak-pihak yang merilis (foto) secara tidak bertanggung jawab baik melalui akun sosial media maupun website,” kata Boy.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto-foto itu. “Dilarang keras untuk distribusikan gambar-gambar dan info yang tidak sesuai dengan fakta,” ucap Boy.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Roy Suryo mengklaim dirinya telah mengetahui identitas dari penyebar foto palsu korban kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Bogor. Namun Roy tidak bersedia untuk menjelaskan secara langsung identitas orang tersebut.
Roy yang juga pakar telematika ini belum dapat memastikan apa motif dari penyebaran foto tersebut. Kepolisian menindaklanjuti perbuatan yang dilakukan YS. Roy menyarankan agar YS secepat mungkin segera melakukan klarifikasi terkait perbuatannya tersebut.
“Yang saya sayangkan, YS ini malah menghapus akunnya dan tidak mengklarifikasi. Kalau dia ksatria, dia ya harus mengklarifikasi,” tegasnya. (tribunnews/rek/eri/yog)