Fitriani Sujud Syukur, Dua Pembunuh Sopir Taksol Divonis Mati, Otak Perampokan Masih DPO

Fitriani, istri almarhum Sofyan tak kuasa menahan tangis dan langsung melakukan sujud syukur usai mendengar vonis hakim yang menjatuhkan hukuman mati

Fitriani Sujud Syukur, Dua Pembunuh Sopir Taksol Divonis Mati, Otak Perampokan Masih DPO
Sriwijaya Post edisi cetak
Fitriani Sujud Syukur, Dua Pembunuh Sopir Taksol Divonis Mati, Otak Perampokan Masih DPO 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Fitriani, istri almarhum Sofyan tak kuasa menahan tangis dan langsung melakukan sujud syukur usai mendengar vonis hakim yang menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa Ridwan alias Rido (42 tahun) dan Acuandra alias Acun (21 tahun) yang telah tega menghabisi nyawa suaminya.

Tak hanya Fitriani, kerabat dan pihak keluarga termasuk ibu kandung almarhum sofyan juga turut menangis sepanjang persidangan. Menjadikan suasana sidang begitu terasa haru.

Video Terdakwa Pembunuh Sofyan Sopir Taksi Online Dituntut Hukuman Mati di PN Kelas IA Palembang

Terdakwa Pembunuh Sofyan Sopir Taksi Online Divonis Hukuman Mati di PN Kelas IA Palembang

Sidang atas kasus pembunuhan disertai perampokan Sofyan, driver taksi online di Musi Rawas Sumatera Selatan beberapa waktu lalu ini, digelar di pengadilan negeri kelas 1 A Palembang, Rabu (24/4/2019).

Tak seperti biasanya, kali ini Fitriani bersedia memberikan tanggapannya kepada awak media. Saat ditemui usai persidangan, secara singkat ibu empat orang anak ini mengaku lega dengan putusan hakim pada orang yang telah tega membunuh suami dan ayah bagi anak-anaknya.

"Alhamdulillah, saya lega. Hukum telah ditegakkan. Saya sangat merasa puas,"ujarnya dengan suara pelan dan mata sembab karena menangis.

Saat singgung bagaimana dia melanjutkan kehidupannya pasca pembunuhan yang terjadi pada suaminya, Fitriani menolak berkomentar.

Dia lebih berfokus pada satu pelaku lagi yang masih buron, yakni Akbar Alfaris yang sekaligus bertindak sebagai otak kejahatan.

"Saya berharap agar pihak kepolisian bisa segera menemukan dan menangkap pelaku. Untuk kemudian bisa mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya,"tutup Fitriani.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Bapak korban Ki Agus H Abdul Roni, yang sejak sidang pertama selalu hadir mendengar fakta yang terlampir. Dirinya mengaku puas dengan tuntutan yang diberikan oleh Hakim dan Jaksa.

"Lega, alhamdulilah. Itu memang sesuai keinginan kita. Supaya kasus ini menjadi peringatan bagi orang lain, agar berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan pidana. Saya puas. Kami selalu berdoa satu pelaku lagi (otak pembunuhan) ditangkap, mudah-mudahan," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved