Berita Palembang

WASPADA! Begal Bermodus Pura-pura Mogok Minta Step Korban Beraksi di Palembang

WASPADA! Begal Bermodus Pura-pura Mogok Minta Step Korban Beraksi di Palembang

WASPADA! Begal Bermodus Pura-pura Mogok Minta Step Korban Beraksi di Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Chandra alias Alex, pelaku begal sadis dilumpuhkan unit tekab 134 Polresta Palembang, pimpinan Kanit Tekab 134, Iptu Tohirin, Jumat (19/4/2019), sekitar pukul 21.00. 

WASPADA! Begal Bermodus Pura-pura Mogok Minta Step Korban Beraksi di Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bermoduskan pura-pura motor yang dikendarainya mogok, Chandra Alias Alek (23), warga Lorong Baru I RT Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang, nekat melakukan aksi begal terhadap korbannya.

Namun setelah menjadi target operasi (TO) kurang 2 bulan akhirnya Chandra pun berhasil diringkus petugas Tekab 134 Polresta Palembang, Jumat (19/4/2019) sekitar pukul 21.00.

Begal sadis ini terpaksa dilumpuhkan petugas Tekab 134 Palembang pimpinan Kanit Tekab 134, Iptu Tohirin, dengan timah panas yang menancap di betis kaki sebelah kanannya, lantaran melawan petugas dan hendak kabur saat ditangkap di kawasan Jalan Bungaran V Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

Informasi yang dihimpun, aksi begal yang dilakukan Alek terjadi pada 21 Februari 2019 sekitar pukul 17.00 di kawasan Perumahan tipe 100, tepatnya dekat Masjid Chenghoo Kelurhaan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

Begal Sadis Beristri Tiga; Dibekuk Jajaran Polres Lahat , Korban Dibegal Hingga Tewas

Pelaku Begal Ini Terlibat Pembunuhan Berencana di Muara Lakitan 9 Tahun Lalu, Berikut Pengakuannya

Pelaku Begal yang Jadi DPO Polisi Lampung Ini Keok Ditembak Petugas Ranmor Polresta Palembang

Dedi Dores dan Temannya Diringkus di Muaraenim Setelah Membegal Motor dan Membunuh Korbannya di Mura

Awalnya Alek cs (AL, dan IN) meminta tolong kepada korban Febriansyah (16), warga Jalan Kimerogan Lorong Mataram untuk mendorong step motor terlapor karena mogok.

Lalu korban bersedia menolong terlapor menggunakan motor milik temannya bernama Agung.

Saat motor sudah distep/didorong 2 orang teman terlapor naik dan ikut di atas motor yang korban kendarai menuju ke perumahan atlet tipe 100.

Setibanya di TKP (tempat kejadian pekara) tiba-tiba terlapor (AL) yang dibonceng korban paling belakang minta turun dengan alasan mau buang air kecil.

AL juga meminta uang korban untuk beli minum dan korban kasih sebesar Rp 7 ribu.

Halaman
123
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved