Terkait Temuan 6 Ribu Ton Beras Rusak di Gudang OKU Timur, Direktur Pengadaan Bulog Angkat Bicara

Badan Logistik Divisi Regional Sumsel dan Babel memastikan bahwa tak semua beras yang tersimpan di Gudang Bulog OKU Timur dalam kondisi turun mutu.

Terkait Temuan 6 Ribu Ton Beras Rusak di Gudang OKU Timur, Direktur Pengadaan Bulog Angkat Bicara
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Direktur Pengadaan Bulog, Bakhtiar didampingi Kadivre Bulog Sumsel dan Babel, Yusuf Salahuddin saat berada di Gudang Bulog Karya Baru, Jalan Kol H Burlian KM 9 Palembang, Sabtu (9/2/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perusahaan Umum (Perum) Badan Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memastikan bahwa tak semua beras yang tersimpan di Gudang Bulog Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dalam kondisi turun mutu.

Hal tersebut diutarakan, Direktur Pengadaan Bulog, Bakhtiar, Sabtu (9/2/2019) saat berada di Gudang Bulog Karya Baru, Jalan Kol H Burlian KM 9 Palembang.

"Jumlah berasnya itu 6.800 ton, tapi tidak semuanya bisa dikatakan rusak. Untuk pengadaan tahun 2017-2018 saya rasa tidak ada persoalan.

Sementara, untuk di OKUT beras sudah 2 tahun lebih pasti turun mutu. Kita sekarang sedang klasifikasikan, mana yang masih kondisi bagus sekali yang artinya masih bisa digunakan, mana yang untuk pakan ternak dan yang tidak bisa digunakan sama sekali," jelasnya.

Tumpukan beras yang ditemukan di Gudang Bulog OKU Timur yang membusuk dan tidak bisa didistribusikan.
Tumpukan beras yang ditemukan di Gudang Bulog OKU Timur yang membusuk dan tidak bisa didistribusikan. (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

BREAKING NEWS : 6 Ribu Ton Beras Ditemukan Membusuk di Gudang Bulog OKU Timur

Temuan 6.000 Ton Beras Rusak, Kepala Bulog Sub Divre OKU Dipanggil DPRD OKU. Berikut Penjelasannya

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Bakhtiar pun menegaskan jika pihak Bulog tidak akan mungkin menyebarkannya ke masyarakat.

Malah, untuk beras yang turun mutu atau dalam kondisi tidak laik maka akan langsung dilakukan pemusnahan.

"Yang paham apakah beras itu turun mutu atau tidak laik kan kami. Mana mungkinlah beras kondisi jelek kami kasih ke masyarakat," tegasnya.

Hutan Bakau di Pantai Timur OKI yang Disenangi Kepiting Bakau Perlu Pelestarian, Berikut Faktornya

Petani di Ogan Ilir Ini Kepergok Simpan Narkoba Sabu-sabu Seharga Rp26 Juta, Berikut Kronologisnya

Target Satu Dapil Satu Kursi, Langkah Ini yang Dilakukan Setiap Kader PKS di Sumsel

Dijelaskannya, untuk pelepasan stok karena kondisinya turun mutunya harus rapat direksi, kewenangan semua ada di Bulog pusat dan ini sudah dibicarakan.

"Semua ada tahapannya, saat proses penyerapan beras dari petani kualitas pembelian harus sesuai prosedur dan standar termasuk cek kadar air dan lainnya," tambah Bakhtiar.

Halaman
1234
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved