Berita OKU Timur

BREAKING NEWS : 6 Ribu Ton Beras Ditemukan Membusuk di Gudang Bulog OKU Timur

Sedikitnya 6.000 Ton beras Bulog yang semestinya disalurkan kepada masyarakat miskin terpendam dan membusuk di gudang Bulog tersebut.

BREAKING NEWS : 6 Ribu Ton Beras Ditemukan Membusuk di Gudang Bulog OKU Timur
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Tumpukan beras yang ditemukan di Gudang Bulog OKU Timur yang membusuk dan tidak bisa didistribusikan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Ribuan Ton beras tidak layak konsumsi dibiarkan begitu saja di gudang Bulog OKU yang ada di Kabupaten OKU Timur.

Sedikitnya 6.000 Ton beras Bulog yang semestinya disalurkan kepada masyarakat miskin terpendam dan membusuk di gudang Bulog tersebut.

Beras Bulog yang dibeli menggunakan uang negara beberapa tahun lalu tersebut saat ini dibiarkan menumpuk dengan kualitas yang sudah menurun dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Anggota Polres Pagaralam Tes Urine Dadakan, Ini Komentar Kapolres Pagaralam Jika ada yang Positif

Kombes Pol Didi Hayamansyah Resmi Jabat Kapolresta Palembang

Bak Langit dan Bumi, Ternyata Begini Perbedaan Mencolok Rumah Sule dan Lina Setelah Bercerai

Kepala Cabang Bulog Divre III OKU Deni Laksana Putra menjelaskan bahwa 6000 ton beras yang saat ini ada di beberapa gudang di OKU Timur sudah ada sejak pertamakali dirinya menjabat sebagai kepala Bulog.

Ribuan ton beras tersebut berdasarkan instruksi pusat agar tidak didistribusikan karena mengalami penurunan mutu dan tidak layak untuk disalurkan.

Bahkan Deni mengaku keberadaan beras tersebut sangat menganggu karena dinilai dapat mempengaruhi kondisi beras lain yang ada di gudang tersebut.

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Warga di Kelurahan 15 Ulu dan Tuan Kentan Seberang Ulu Keluhkan Jalan Rusak dan Tergenang Banjir

Banjir Genangi Ruas Jalan Letnan Simanjuntak Pahlawan, Arus Kendaraan Lalu Lintas Terganggu

Bahkan dirinya berjanji kedepan akan memperbaiki sistim kerjasama pengadaan beras Bulog dengan cara bekerjasama langsung dengan petani dengan HPP sebesar Rp. 7.300 Per kilogram.

"Kriteria pengadaan beras harus sesuai SOP dengan kadar air sebesar 14 persen, broken sebesar 20 persen, dan menir sebesar 2 persen. Terlebih dahulu nanti akan dianalisa oleh petugas pemeriksa kualitas," katanya.

Sedangkan untuk pengadaan tahun 2019 kata dia, belum dilaksanakan pengadaan dan terlebih dahulu akan memanggil mitra kerja untuk mengetahui apa yang diinginkan mitra kerja.

Sedangkan beras yang saat ini membusuk di gudang menurut juru timbang gudang yang ada di Desa Karangsari, Kecamatan Belitang III Jon Markoni, beras yang ada di gudang tersebut merupakan pengadaan pada tahun 2015, 2017 dan 2018.

===

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV! Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Evan Hendra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved