Berita Muaraenim
Jemput Bola ke Sekolah, Satlantas Muaraenim Fasilitasi Generasi Millenial Buat SIM
Satlantas Polres Muaraenim akan melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah dengan menggunakan mobil SIM Keliling, Senin (7/1/2018).
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Siti Olisa
Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri
SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Kabar gembira bagi para pelajar terutama yang belum mempunyai SIM khususnya motor. Karena tidak lama lagi, Satlantas Polres Muaraenim akan melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah dengan menggunakan mobil SIM Keliling, Senin (7/1/2018).
Menurut Kapolres Muaraenim AKBP Afner melalui Kasatlantas AKP Budi H Sutrisno, saat ini, Mabes Polri telah membagikan 40 bus untuk pembuatan SIM Keliling di Indonesia, dan untuk Sumsel kebetulan hanya Polres Muaraenim dan Polres Empat Lawang yang dapat.
• Pasang Portal Parkir Sistem Autogate, Berikut Tarif Terbaru Masuk Kawasan JSC Palembang
• Jabatan Sekda Lahat Kosong, Bupati Lahat Lantik Pejabat Sekda yang ke-7
• Mirip Dengan Dana Desa, Kelurahan Dapat Anggaran Rp 352 juta per Tahun
Namun saat ini, kendaraannnya sudah ada, tetapi harus di seting dahulu dan pelatihan operatornya supaya benar-benar pas.
Saat ini, kata Budi, pihaknya sudah ada dua kendaraaan SIM Keliling. Rencananya satu mobil tersebut, akan kita stand by kan di Kabupaten PALI, untuk melayani masyarakat PALI dalam memperpanjang dan membuat SIM.
Namun pembuatan SIM tersebut, hanya untuk SiM C dan SIM A, kalau SIM B itu harus di Polres tidak bisa di mobil Sim Keliling.
• Tak Kunjung Terima Pembayaran & Dianggap Sudah Keluar, Wanita Ini Laporkan Asuransi Bumi Putera
• Tips Inspirasi Hidup Sehat di Tahun 2019, Mudah Dilakukan Tapi Sering Diabaikan
• Pembangunan Jembatan Musi VI Dihentikan 3 Bulan, Sisakan 15 Persen Pengerjaan Lagi
"Sekarangkan sudah online, jadi masyarakat bisa membuat dan memperpanjang SIMnya di Polres manapun. Tidak harus di Polres sesuai alamat KTP," ujarnya.
Masih dikatakan Budi, untuk mobil baru nanti, pihaknya akan focus menyasar ke sekolah-sekolah terhadap anak sekolah dengan sasaran SIM Milenial.
Sebab pihaknya banyak mendapat masukan dari anak--anak pelajar bahwa kendala mereka tidak membuat SIM karena tidak ada waktu sebab mereka belajar dari pagi sampai petang, dan mereka ada waktu luang pada hari Sabtu dan Minggu, namun kendalanya kita karena yang bertugas bukan hanya polisi namun melibatkan pihak lain seperti untuk tes kesehatan.
• Pembangunan Jembatan Musi VI Dihentikan 3 Bulan, Sisakan 15 Persen Pengerjaan Lagi
• Herman Deru Arahkan Saham Sriwijaya FC Agar Dimiliki Masyarakat
• Sri Hartati Trauma dan Menangis, Jadi Korban Aksi Kawanan Jambret di Depan Pasar Cinde Palembang
Nanti dalam mobil tersebut juga bisa dilakukan tes teori dan prakteknya bisa menggunakan motor masing-masing atau motor yang kita siapkan.
Selain itu juga, sambung Budi, pihaknya akan melakukan MoU dengan sekolah-sekolah untuk tidak memperbolehkan anak-anak yang tidak mempunyai SIM membawa kendaraannya sendiri, dan meminta kepada sekolah untuk tidak menyiapkan tempat parkir bagi mereka.
Dan jika anak-anak tersebut masih membawa motor sendiri, pihaknya akan melakukan razia dan penangkapan serta tilang.
• Pembangunan Jembatan Musi VI Dihentikan 3 Bulan, Sisakan 15 Persen Pengerjaan Lagi
• Jabatan Sekda Lahat Kosong, Bupati Lahat Lantik Pejabat Sekda yang ke-7
• Sri Hartati Trauma dan Menangis, Jadi Korban Aksi Kawanan Jambret di Depan Pasar Cinde Palembang
Dan motor tersebut hanya boleh diambil oleh orangtuanya masing-masing dengan membuat perjanjian untuk tidak menyerahkan motor kepada anak untuk ke sekolah.
"Kita minta pihak terkait untuk sama-sama mencari solusi, apa dengan taksi atau ojek langganan atau apalah," tukas Budi.