SFC Update

Herman Deru Arahkan Saham Sriwijaya FC Agar Dimiliki Masyarakat

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengarahkan saham PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC

Herman Deru Arahkan Saham Sriwijaya FC Agar Dimiliki Masyarakat
Dok. Pemprov Sumsel
Konfrensi pers bersama Direktur PT SOM, Muddai Madang, di Hotel Horison Ultima, Senin (7/1/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengarahkan saham PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC agar dimiliki masyarakat. Sehingga, klub ini bukan hanya dimiliki secara moril tapi secara hukum dimiliki masyarakat.

Herman Deru yang diwawancarai seusai konferensi pers bersama Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang mengatakan, hal itu sangat mungkin terjadi. Karena Sumsel memiliki potensi dari sisi jumlah penduduknya dan adanya tiga kelompok suporter yang terbilang besar.

“Bisa saja dengan cara berkelompok, misalnya Koperasi, perwakilan perusahaan, ya silakan. Kita juga ada tiga kelompok suporter besar yang bisa bergabung, misal satu orang kekuatannya Rp100 ribu, ini bisa saja terjadi,” ujarnya Senin (7/1/2019).

Sri Hartati Trauma dan Menangis, Jadi Korban Aksi Kawanan Jambret di Depan Pasar Cinde Palembang

Manajemen Sriwijaya FC: Jangan Jadikan Alasan Tidak Bayar Subsidi Rp 2,3 M. Bayar Langsung ke Pemain

BREAKING NEWS: Empat Pencuri Sarang Burung Walet Tewas Ditembak, Ada Pelaku Pakai Jimat Bulu Harimau

Menurutnya, kepemilikan secara rill ini merupakan cara terbaik untuk membawa Sriwijaya FC dikelola secara profesional di masa datang. Jika pengelolaan Sriwijaya FC tidak tepat, maka pemilik saham yang notabene masyarakat ini juga dapat melakukan intervensi demi kebaikan klub.

“Sekarang kan tidak bisa, karena saham dimiliki pemilik saham yang saat ini mayoritas berada di tangan Muddai Madang,” katanya.

Oleh karena itu, Herman Deru yang dalam kapasitas Gubernur Sumsel memanggil pemilik PT SOM Muddai Madang untuk duduk bersama untuk menemukan solusi atas persoalan Sriwijaya FC. Ia memposisikan diri sebagai Gubernur karena menyadari saham Pemprov di PT SOM sangat kecil, yakni 12 persen.

Cristiano Ronaldo Bakal Ukir Sebuah Catatan Bersejarah Jika Mampu Jadi Top Skorer Liga Itali

Pelindo II Kembangkan Pelabuhan Sungai Lais. Kucurkan Dana Rp 50 Miliar Targetkan 2020 Awal Selesai

BERITA FOTO : Pekerja Proyek Jembatan Musi VI Palembang Libur, Lokasi Area Proyek Lengang

“Saya ingin Sriwijaya FC ini tetap menjadi kebanggaan masyarakat. Untuk itu, kami akan duduk bersama sebelum pertengahan bulan ini untuk urun rembuk mencari solusi terbaik, dengan mengajak para tokoh olahraga dan suporter juga,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT SOM selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang mengatakan dirinya sangat merespon positif langkah yang diambil Gubernur tersebut. Karena pada awal Desember 2018, ia sudah menyatakan siap melepas seluruh saham.

Apalagi, target Muddai mengurus Sriwijaya FC di Juni 2018 itu hanya ingin menjaga eksistensi klub agar tetap bertahan di Liga 1. Setiap bulan, Muddai merogoh kocek pribadi untuk kebutuhan SFC yakni berkisar Rp1,5 miliar untuk pembayaran gaji dan biaya laga away.

Jalan Sehat Nasional KAHMI yang Dihadiri Wapres RI Jusuf Kalla, Panitia Gandeng Sripo-Tribun Sumsel

Pakai Kaos Bertulisan Polisi Juru Parkir di Palembang Ini Memalak Para Sopir. Alasan Jatah Anggota

Pakai Kaos Bertulisan Polisi Juru Parkir di Palembang Ini Memalak Para Sopir. Alasan Jatah Anggota

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved