Berita Palembang

Bahas APBD Perubahan 2018, Pemkot Palembang Usulkan Tambahan TPP Rp 110 Miliar

Pendapatan daerah Kota Palembang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2018

Bahas APBD Perubahan 2018, Pemkot Palembang Usulkan Tambahan TPP Rp 110 Miliar
SRIPOKU.COM/YANDI Triansyah
Pimpinan DPRD Kota Palembang dan Plh Walikota Palembang saat mengelar paripurna membahas APBD Perubahan 2018, Selasa (31/7) 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pendapatan daerah Kota Palembang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD)  Perubahan 2018 mengalami kenaikan sebesar 8,33 persen atau senilai Rp 303. 593.829.324 (tiga ratus tiga milyar lima ratus sembilan  tiga juta delapan ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus dua puluh empat rupiah). 

Kenaikan ini berasal dari penambahan asli daerah Rp 39.736.854.960 (tiga puluh sembilan miliar tujuh ratus tiga puluh enam juta delapan ratus lima puluh empat ribu sembilan ratus enam puluh rupiah),  kemudian penambahan dari dan pertimbangan yang merupakan transfer dari pusat Rp 47.795.554.300 (Empat puluh tujuh miliar tujuh ratus sembilan puluh lima juta lima ratus lima puluh empat ribu tiga ratus rupiah)  dan penambahan dari pos pos lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 216.061.420.063 (dua ratus enam belas miliar enam puluh satu juta empat ratus dua puluh ribu enam puluh tiga rupiah).

Hal ini disampaikan oleh PLH Walikota Palembang Harobin Mastofa pada rapat paripurna DPRD Kota Palembang,  Selasa (31/7) di Gedung DPRD Kota Palembang Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang.

Meski ada beberapa fraksi yang mempersoalkan jabatan Plh namun mayoritas fraksi menyetujui RAPBD Perubahan dilanjutkan untuk di bahas di komisi-komisi. 

Dalam penjelasannya, Harobin mengatakan, terjadi juga peningkatan di pos belanja tidak langsung untuk kenaikan tambahan penghasila PNS sebesar Rp 110.649.752.470. (seratus sepuluh miliar enam ratus empat puluh sembilan juta tujuh ratus lima puluh dua ribu empat ratus tujuh puluh rupiah) selain itu, ada penambahan belanja subsidi UMKM sebesar Rp 723.510.000 (tujuh ratus dua puluh tiga juta lima ratus sepuluh ribu rupiah) dan penambahan belanja hebat sebesar Rp 4.912.372.500 (Empat miliar sembilan ratus dua belas juta tiga ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus rupiah) serta pengalihan bantuan stimulan perumahaan swadaya dari anggaran  Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Pemukiman kumuh ke belanja bantuan sosial sebesar Rp 5.280.000.000 (lima miliar dua ratus delapan puluh juta rupiah).

"Ada beberapa pos anggaran belanja tidak langsung yang meningkat, " katanya. 

Sementara itu,  Adi Apriliansyah anggota dari fraksi PKS mengatakan, adanya usulkan kenaikan belanja tidak langsung TPP sebesar Rp 110 milyar bagian paket dari pembahasan Perda integritas. 

Sehingga nantinya, dengan adanya peningkatan intensif pendapatan PNS tak ada lagi pungli atau lainnya. 

"Jadi yang saya tahu ini adanya kenaikan biaya belanja tak langsung masih ada kaitannya dengan pembahasan Raperda integritas," katanya. 

Sebelumnya, pada April 2018 Pemkot Palembang telah menaikkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP)  di lingkungan Pemkot Palembang.

Pemkot berdalih saat itu kenaikan TPP ini untuk meningkatkan kinerja pegawai.  Sehingga dibutuhkan kesejahteraan kepada para pegawai.

Baca: Dua Wajah Lama Kembali Diundang, Perkuat Sriwijaya FC di Pertengahan Musim 2018

Baca: Ini Rahasia Ramuan Ajaib Rambut Wanita Dari Desa China Kuno Panjang dan Berkilau

Baca: Bertemu di Panggung, Sambil Menangis Iis Dahlia Minta Maaf & Peluk Waode atas Ucapannya saat Audisi

Baca: Cegah Penyaki Campak dan Rubella, Dinkes Lahat Gelar Vaksinasi Massal

Baca: Cegah Penyaki Campak dan Rubella, Dinkes Lahat Gelar Vaksinasi Massal

Baca: Arturo Vidal tak Lama Lagi Berseragam Inter Milan Usai Kepergiannya Direstui Bayern Muenchen 

Baca: Penjual Telok Abang di Palembang Mulai Menjamur Jelang Perayaan HUT RI ke-73

Baca: Belajar Dari Youtube, Bajing Loncat Beraksi dengan Kecepatan 80 Km/Jam di Wilayah Kertapati

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help