Minggu, 26 April 2015

Motif Abstrak Songket palembang

Rabu, 21 Desember 2011 14:49

Motif Abstrak Songket palembang
http://bulletinmetropolis.com
Ilustrasi.

Kepada Sripo, pemilik Tria Busana ini mengaku sudah menyiapkan bentuk berbeda, seperti penggunaan benang sutera alam berwarna  terang dan  kontras dengan motif flora dan fauna. "Tidak spt biasanya songket selama ini kita temuin dengan motif bunga kaku satu satu tabur dan corak penuh ataupun bunga rapat,"katanya. Kedepan dia akan mengembangkan motif itu seperti motif flora tak hanya gambar bunga merapat saja namun lebih diperluas seperti bunga bertangkai, memiliki daun hingga pohon secara utuh. Ini tentu teksturnya akan semakin lengkap dan dinamis.

Meski diakui Tria,  pembuatannya akan lebih rumit dan lama, tapi ini bisa menghasilkan suatu karya berbeda dari sebelumnya. Namun jika dikaitkan dengan tren secara umum, Tria memprediksi produk songket tetap akan diminati, khususnya yang menggunakan benang tembaga dengan warna-warna soft seperti batik. Ini juga menjadi ciri khas Tria yang tidak selalu menggunakan benang emas untuk pembuatan songket.
Dan songket inipun, lanjut dia,  akan dikembangkan dengan proses teknik pembatikan dan semprotan pwrnaan abstrak
"Jadi songket tembaga dengan wajah yang baru," katanya. Dan untuk memperluas pemasaran, Tria tak pernah lupa membawa hasil karya tenunnya berupa kain songket palembang yang bercita rasa lembut nan artistik. Dia boleh berbangga dengan karyanya karena berhasil mengubah pandangan orang mengenai kain tradisional yang selama ini dianggap kaku.

Saat bersinggungan dengan bangsa lain ketika bertandang ke luar negeri, songket selalu diperkenalkan. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, entah sedang liburan, mengikuti pameran, ataupun pagelaran busana di luar negeri. Hal seperti itu merupakan kesempatan dan peluang terbaik memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya, utamanya produk kain tenun songket khas ranah Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

”Jangan sampai bangsa dan negara lain yang mengembangkannya,” kata Ir Alwantriati Tundrarizmi nama lengkap Tria.

Kain tenun songket hasil sentuhan kreatif-inovatif Tria amat berbeda dengan umumnya kain tenun songket tradisional. Pasalnya, kain songket hasil tenunannya lebih lembut dan elegan. Pasalnya, dalam proses pembuatan kain tenun, dia menggunakan benang yang tidak dilapisi tajin, mengurangi rajutan, dan menggunakan benang pakan metalik yang tidak kaku. Cirikhas ini juga akan terus dipertahankan.

”Motif terbaru kain tenun songket jumputan dari bahan baku katun dan sutra,” ujarnya.

Kain tenun songket hasil kreativitas Tria ini tidak saja menjadi penanda eksistensial songket warisan budaya bangsa, khususnya Bumi Sriwijaya, tetapi jauh melampaui waktu.

Halaman123
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas