Karhutlah di Sumsel
Citra Satelit Deteksi 25 Titik Hotspot di Sumsel, Pemkab Banyuasin Gencarkan Antisipasi Karhutla
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memantau sebaran 25 titik panas
Penulis: Ardiansyah | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- BMKG Sumsel memantau sebaran 25 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumsel seiring memasuki musim kemarau.
- Merespons potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin langsung mengambil langkah cepat dengan memperketat antisipasi karhutla.
- Sebanyak 25 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang terpantau di Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Muara Enim, Lahat, dan Prabumulih.
SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memantau sebaran 25 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumsel seiring memasuki musim kemarau.
Merespons potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin langsung mengambil langkah cepat dengan memperketat antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kasi Observasi, Data, dan Informasi BMKG Sumsel, Sinta Mediany, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pantauan citra satelit pada Kamis (4/6/2026), puluhan titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi telah terdeteksi.
"Sebanyak 25 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang terpantau di Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Muara Enim, Lahat, dan Prabumulih. Sementara untuk tingkat kepercayaan tinggi, ada dua titik terpantau di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)," papar Sinta.
Meski demikian, Sinta menegaskan perlunya pengecekan langsung di lapangan (groundcheck) untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan karhutla, kebakaran permukiman, atau aktivitas pembakaran sampah oleh warga.
Ia juga mengingatkan agar seluruh wilayah Sumsel, termasuk Banyuasin yang saat ini masih nihil hotspot, tetap meningkatkan kewaspadaan dini.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, langsung mengumpulkan sejumlah perusahaan perkebunan sawit di wilayahnya guna melakukan koordinasi dan deteksi dini bahaya kebakaran di lahan konsesi masing-masing.
"Langkah pencegahan sejak dini harus dilakukan agar karhutla di Banyuasin dapat dicegah. Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan perkebunan, dan masyarakat sangat krusial," tegas Askolani.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Banyuasin kini telah membagi wilayahnya ke dalam beberapa zona pemantauan darurat karhutla.
Selain itu, pihak BPBD setempat bersama instansi terkait juga telah membentuk 153 Desa Peduli Api yang tersebar di wilayah Banyuasin untuk mempercepat penanganan jika sewaktu-waktu muncul titik api di tingkat tapak.
| 1,5 Jam Berjibaku Padamkan Api, 1 Hektare Lahan Semak Belukar di Balai Agung Muba Terbakar |
|
|---|
| Malam Ini Si Jago Merah Bakar Lahan di Dekat Tol Indralaya-Prabumulih, Warga : Apinya Seram |
|
|---|
| Lahan 2 Wilayah Terbakar Sekaligus di Ogan Ilir, Satgas Berjibaku Cegah Api tak Meluas |
|
|---|
| Kebakaran Lahan Kembali Ancam Ruas Tol Palindra, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api |
|
|---|
| Dua Hari Ini Udara di Palembang Bau Asap, ISPU di Kota Pempek Masuk Level Sedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/25-titik-Hotspot-di-Sumsel.jpg)