Karhutlah di Sumsel

1,5 Jam Berjibaku Padamkan Api, 1 Hektare Lahan Semak Belukar di Balai Agung Muba Terbakar

Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Yandi Triansyah
Handout
KEBAKARAN - Satu hektare lahan semak belukar di sekitar Perumahan Kurma Village, Jalan Sekayu-Muara Teladan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, terbakar pada Rabu (3/6/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 
  • Sebanyak satu hektare lahan semak belukar di sekitar Perumahan Kurma Village, Jalan Sekayu-Muara Teladan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, terbakar pada Rabu (3/6/2026) malam.
  • Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu sempat mengkhawatirkan warga karena lokasi lahan yang terbakar berada tidak jauh dari kawasan permukiman. 

SRIPOKU.COM,SEKAYU -- Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Sebanyak satu hektare lahan semak belukar di sekitar Perumahan Kurma Village, Jalan Sekayu-Muara Teladan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, terbakar pada Rabu (3/6/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu sempat mengkhawatirkan warga karena lokasi lahan yang terbakar berada tidak jauh dari kawasan permukiman. 

Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan setelah pihaknya menerima laporan langsung menerjunkan tim piket beserta armada pemadam ke lokasi kejadian untuk mencegah api meluas ke area perumahan warga.

"Saat tim menuju lokasi api mulai membesar dan tim langsung bergerak melakukan pemadaman. Prioritas kita saat itu memastikan api tidak merambat ke permukiman dan membahayakan masyarakat,"kata Marko.

Lanjutnya, lahan yang terbakar merupakan area semak belukar dengan luas sekitar satu hektare.

Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam pendataan petugas.

"Saat ini musim kemarau terjadi jadi bahaya karhutla bisa datang bahkan dengan hal kecil seperti membuang puntung rokok. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada,"ungkapnya.

Setelah berjibaku selama lebih kurang satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan aman dan terkendali.

Marko mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring mulai masuknya musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved