Petani OKU Timur Tak Tenang Walau Harga Gabah Tinggi, Hama dan Cuaca Mengancam
Kenaikan harga gabah yang mencapai Rp6.500 hingga Rp6.700 per kilogram tidak bikin petani di OKU Timur terlalu senang.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Harga gabah di OKU Timur naik ke Rp6.600-Rp6.700/kg.
- Hama tikus, sundep, penggerek batang makin resisten terhadap pestisida.
- Petani seperti Agus Nugroho mengaku tidak pernah dapat bantuan, pupuk, atau penyuluhan dari pemerintah.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Kenaikan harga gabah yang mencapai Rp6.500 hingga Rp6.700 per kilogram seharusnya membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan.
Namun, petani masih menghadapi sejumlah persoalan yang mengancam hasil panen, mulai dari serangan hama hingga kekhawatiran musim kemarau panjang.
Ratno, petani asal Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, mengaku senang dengan harga gabah yang saat ini berada di kisaran Rp6.600 hingga Rp6.700 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut cukup menguntungkan dibandingkan beberapa musim sebelumnya.
Meski demikian, kebahagiaan itu dibayangi serangan hama tikus dan sundep yang menyebabkan hasil produksi menurun drastis.
Baca juga: Diserang Hama Tikus dan Burung Pipit Bersamaan, Petani Padi di Lubuk Linggau Sumsel Merugi
"Tikus dan sundep ini membuat hasil panen turun," ujarnya saat diwawancarai Sripoku.com pada Senin (1/6/2026).
Lebih lanjut Ratno menjelaskan, dalam kondisi normal lahan yang ia kelola mampu menghasilkan sekitar 50 karung gabah.
Namun, ketika serangan hama terjadi, hasil panen bisa merosot hingga hanya sekitar 30 karung.
"Kalau sudah terserang hama, penurunannya bisa sampai 40 sampai 50 persen. Jadi meskipun harga gabah naik, hasil yang kami dapat jauh berkurang," katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Jodi Aryabima, petani di Kelurahan Bukitsari, Kecamatan Martapura.
Ia mengakui tingginya harga gabah membuat petani lebih bersemangat menjalani musim tanam tahun ini.
Selain itu, ketersediaan pupuk dinilai lebih lancar dibandingkan sebelumnya.
Namun, menurutnya tantangan terbesar saat ini justru datang dari hama yang semakin sulit dikendalikan.
"Harga gabah bagus, pupuk juga aman. Tapi sekarang hama yang jadi masalah. Tikus, sundep, sampai penggerek batang banyak dan seolah sudah beradaptasi dengan berbagai macam obat," ujarnya.
| Buaya Berjemur di Sungai Komering, Ketua Lembaga Adat OKU Timur: Teguran untuk Kita |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca OKU Timur 1 Juni, Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Suhu Capai 32 Derajat Celsius |
|
|---|
| Bukan Cuma Komering, Leo Budi Rachmadi Tegaskan Lembaga Adat OKU Timur Rumah Bersama Seluruh Etnis |
|
|---|
| Antre Sejak Subuh, Penggilingan Daging di OKU Timur Kebanjiran Pelanggan Didominasi Pedagang Bakso |
|
|---|
| Buaya Ukuran Besar 'Berjemur' di Sungai Komering OKU Timur, Kepala Dusun Keromongan Sebut Hal Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/petanitanampadisawah.jpg)