Berita OKU Timur
Bukan Cuma Komering, Leo Budi Rachmadi Tegaskan Lembaga Adat OKU Timur Rumah Bersama Seluruh Etnis
Menurutnya, keberagaman yang tumbuh di Kabupaten OKU Timur merupakan modal sosial yang harus terus dijaga.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: pairat
Ringkasan Berita:
- Leo Budi Rachmadi menegaskan Lembaga Pembina Adat OKU Timur menjadi rumah bersama bagi seluruh suku yang ada di Kabupaten OKU Timur.
- Kepengurusan lembaga adat melibatkan perwakilan berbagai etnis, seperti Komering, Jawa, Ogan, Bali, Minang, dan Batak.
- Konsolidasi kelembagaan adat akan dilanjutkan hingga tingkat kecamatan untuk memperkuat pelestarian budaya dan menjaga persatuan masyarakat.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Semangat menjaga persatuan dalam keberagaman mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Forum Komunikasi (Forkom) Petanggan OKU Timur ke-5 yang digelar di Desa Petanggan, Kecamatan Belitang Mulya.
Di tengah upaya pelestarian budaya Komering, Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur, Leo Budi Rachmadi, menegaskan bahwa lembaga adat harus menjadi rumah bersama bagi seluruh suku yang hidup berdampingan di Bumi Sebiduk Sehaluan.
Di hadapan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, serta tokoh masyarakat yang hadir, Leo menegaskan bahwa keberadaan Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur tidak hanya berfokus pada masyarakat Komering sebagai suku asli daerah, tetapi juga mengakomodasi seluruh etnis yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat OKU Timur.
“Dalam lembaga adat kabupaten ini, bukan hanya masyarakat Komering yang diakomodasi, tetapi seluruh suku yang berdomisili di Kabupaten OKU Timur,” ujar Leo, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, keberagaman yang tumbuh di Kabupaten OKU Timur merupakan modal sosial yang harus terus dijaga.
Oleh karena itu, struktur kepengurusan lembaga adat dibentuk secara inklusif dengan melibatkan berbagai unsur etnis yang ada di daerah tersebut.
Hal itu tercermin dalam komposisi kepengurusan yang melibatkan Abdullah Aguscik mewakili etnis Komering, Priyo Yitno dari etnis Jawa, Mustarudin dari etnis Ogan, Nyoman Rio Kumbara dari etnis Bali, Chaidir dari etnis Minang, serta Reysent Sitorus dari etnis Batak.
Leo menilai langkah tersebut merupakan bentuk nyata komitmen lembaga adat dalam merawat harmoni sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Kabupaten OKU Timur sebagai rumah bersama.
Tidak berhenti di tingkat kabupaten, Leo juga mengungkapkan bahwa proses konsolidasi kelembagaan adat akan terus diperluas hingga tingkat kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
“Yang pasti, semua suku kami akomodasi. Konsolidasi Lembaga Pembina Adat OKU Timur akan terus dilanjutkan sesuai arahan Bupati.
Nantinya, kelembagaan ini akan diperkuat melalui pembentukan dan pengesahan kepengurusan lembaga adat di tingkat kecamatan,” jelasnya.
Melalui penguatan kelembagaan yang inklusif tersebut, Leo berharap lembaga adat dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat sekaligus benteng pelestarian nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman dan semakin majemuknya kehidupan sosial masyarakat.
Momentum Silaturahmi Forkom Petanggan OKU Timur ke-5 tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat Komering, tetapi juga menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keberagaman sebagai kekuatan yang memperkokoh persatuan di Kabupaten OKU Timur.
| Antre Sejak Subuh, Penggilingan Daging di OKU Timur Kebanjiran Pelanggan Didominasi Pedagang Bakso |
|
|---|
| Buaya Ukuran Besar 'Berjemur' di Sungai Komering OKU Timur, Kepala Dusun Keromongan Sebut Hal Ini |
|
|---|
| Warga Resah, Buaya Ukuran Besar Muncul di Sungai Komering Dekat Bendungan Perjaya OKU Timur |
|
|---|
| Harga Gabah Naik Jadi Rp7.000 per Kg, Petani OKU Timur Optimistis Dukung Swasembada Pangan |
|
|---|
| Tampang Dua Pelaku Begal yang Rampas HP Ibu Rumah Tangga di OKU Timur, Satu Pelaku Masih Buron |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ketua-Lembaga-Pembina-Adat-Kabupaten-OKU-Timur-Leo-Budi-Rachmadi.jpg)