Berita MUBA

Pascabencana "Blackout", Sekayu Kembali Alami Pemadaman Listrik Bergilir

Manajer PLN ULP Sekayu, Agus Ibnu Tsani, menyebut pemadaman akibat defisit daya karena sebagian pembangkit belum masuk sistem.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Hartati
GUNAKAN LILIN - Warga di Perumnas Sako terpaksa menggunakan penerangan lilin karena listrik kembali mati setelah sehari sebelumnya mati total. 
Ringkasan Berita:
  • Sehari pasca-blackout di Musi Banyuasin, wilayah Sekayu dan sekitarnya kembali mengalami pemadaman listrik bergilir pada Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 18.35 WIB.
  • Manajer PLN ULP Sekayu, Agus Ibnu Tsani, menyebut pemadaman akibat defisit daya karena sebagian pembangkit belum masuk sistem. 
  • Pemadaman yang melanda kawasan Kota Sekayu hingga Plakat Tinggi ini dikeluhkan oleh warga karena membatasi aktivitas malam dan membuat suasana kota kembali gelap gulita.

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Sehari setelah mengalami pemadaman total (blackout) di seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pemadaman listrik bergilir kembali melanda kawasan Sekayu dan sekitarnya pada Sabtu (23/5/2026) malam. Langkah ini terpaksa diambil lantaran pasokan listrik masih mengalami defisit.

Manajer PLN ULP Sekayu, Agus Ibnu Tsani, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir yang dimulai sejak pukul 18.35 WIB tersebut terjadi karena sebagian pembangkit listrik belum sepenuhnya masuk ke dalam sistem kelistrikan utama.

"Pembangkit sebagian belum masuk sistem, jadi pasokan kita masih defisit. Akibatnya, dilakukan pengurangan beban dan pemadaman bergilir," ujar Agus, Sabtu (23/5/2026).

Pihak PLN menginformasikan bahwa pemadaman berkala ini mencakup sejumlah wilayah strategis, di antaranya Jalan Ahmad Dahlan, Berang JM, Kecamatan Plakat Tinggi, serta wilayah pusat Kota Sekayu sekitarnya. Agus memproyeksikan proses pengurangan beban ini tidak akan berlangsung terlalu lama.

"Estimasi pemadaman diperkirakan berlangsung sekitar dua jam, insyaallah. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Pembaruan informasi selanjutnya akan terus kami sampaikan jika ada perubahan situasi di lapangan," ungkapnya.

Di sisi lain, kebijakan ini menuai keluhan dari masyarakat setempat yang baru saja merasakan listrik normal pasca-blackout.

Edwin Taruna, salah seorang warga Sekayu, menyayangkan kondisi kelistrikan yang belum stabil tersebut karena dinilai sangat mengganggu produktivitas warga.

"Rasanya seperti kembali ke zaman dulu, serba gelap. Aktivitas di rumah menjadi sangat terbatas karena listrik tiba-tiba padam lagi," keluhnya.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Catat, Ini Titik Kantong Parkir Resmi di Lokasi Car Free Day Jembatan Ampera Palembang

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved