Breaking News

Perangkat Pembelajaran

Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP: Digitalisasi Legenda Daerah

Panduan Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP Projek P5 Tema kearifan lokal : Digitalisasi Legenda Daerah.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI/Ilustrasi AI
ILUSTRASI PERANGKAT PEMBELAJARAN : Panduan Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP : Digitalisasi Legenda Daerah.(Ilustrasi AI) 
Ringkasan Berita:
  • Projek P5 "Digitalisasi Legenda Daerah" menjembatani nilai budaya lokal dengan keterampilan digital abad ke-21 melalui e-book dan podcast. 
 
  • Agar diakui dalam SKP dan akreditasi, guru wajib menyusun perangkat administrasi lengkap seperti modul projek, panduan riset, lembar kontrol produksi, dan rubrik penilaian. 
 
  • Dokumen ini menjadi bukti bahwa kegiatan kokurikuler dirancang secara sistematis dan berdampak nyata bagi pembentukan karakter siswa.

SRIPOKU.COM - Di era digital saat ini, tantangan terbesar guru adalah menjembatani nilai tradisional dengan teknologi modern. 

Melalui kegiatan kokurikuler bertajuk "Digitalisasi Legenda Daerah", siswa SMP tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21. 

Namun, agar kegiatan ini diakui secara profesional dalam penilaian SKP dan akreditasi, penyusunan perangkat administrasi kokurikuler yang sistematis menjadi hal yang wajib dilakukan.

Baca juga: Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP: Anti Bullying Campaign – Sobat Damai

Perangkat administrasi yang lengkap membuktikan bahwa projek P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tersebut direncanakan dengan matang, dilaksanakan dengan terukur, dan dievaluasi secara objektif.

Komponen Wajib Perangkat Administrasi Kokurikuler "Digitalisasi Legenda"

Berikut adalah daftar dokumen yang harus disiapkan oleh Tim Fasilitator Projek di sekolah:

1. Modul Projek Kearifan Lokal (Fase D)

Modul ini merupakan dokumen induk yang memuat tujuan besar projek.

Di dalamnya harus tertera kaitan lintas mata pelajaran, seperti penggunaan teks naratif dari Bahasa Inggris/Daerah, riset sejarah dari IPS, dan teknik produksi konten dari Informatika. 

Pastikan modul mencantumkan alur kegiatan mulai dari riset lapangan hingga peluncuran e-book atau podcast.

2. Instrumen Riset & Panduan Wawancara

Sebagai kegiatan kokurikuler yang berbasis lapangan, guru perlu menyediakan panduan tertulis bagi siswa saat mewawancarai tokoh adat atau sesepuh daerah. 

Dokumen ini menjadi bukti administrasi bahwa siswa dibekali dengan metode riset yang benar dan etika berkomunikasi yang baik.

3. Lembar Kontrol Produksi Digital

Karena luaran (output) projek ini berupa produk digital (e-book/podcast), diperlukan lembar kontrol atau storyboard sebagai bagian dari administrasi. 

Dokumen ini mendokumentasikan proses kreatif siswa, mulai dari penyusunan naskah, pembuatan ilustrasi, hingga tahap penyuntingan audio/visual.

4. Rubrik Penilaian Produk dan Karakter

Administrasi kokurikuler harus memiliki standar penilaian yang jelas. Rubrik ini tidak hanya menilai kualitas teknis digitalnya saja, tetapi juga kemajuan dimensi Kreatif dan Berkebinekaan Global. 

Sejauh mana siswa mampu menghargai orisinalitas cerita daerahnya? Itulah yang tertuang dalam laporan hasil belajar projek.

Baca juga: Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP Projek P5 : E-Voting Pemilihan Ketua OSIS

Identitas Kegiatan

- Tema P5: Kearifan Lokal
- Judul Projek: Digitalisasi Legenda Daerah
- Fase/Kelas: Fase D (VII–IX SMP)
- Alokasi Waktu: 40 JP (dilaksanakan dalam sistem blok 1–2 minggu)
- Target Peserta Didik: Reguler

Tujuan Kegiatan

- Menggali dan melestarikan cerita rakyat atau tradisi lokal yang mulai dilupakan

- Mengembangkan keterampilan literasi digital melalui pengemasan legenda dalam bentuk e-book bergambar atau podcast

- Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal dan kemampuan bercerita kreatif

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

- Beriman dan Berakhlak Mulia: Menghargai warisan budaya
- Gotong Royong: Kerja sama dalam riset dan produksi konten
- Kreatif: Menghasilkan karya digital orisinal
- Bernalar Kritis: Menganalisis nilai dan pesan moral dalam legenda

Alur Kegiatan

Tahap Pengenalan
- Sosialisasi projek dan tema P5
- Diskusi tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal

Tahap Kontekstualisasi

- Observasi dan riset cerita rakyat/tradisi di sekitar sekolah
- Wawancara dengan tokoh masyarakat atau orang tua

Tahap Aksi

- Penulisan ulang cerita dalam bentuk narrative text
- Produksi e-book bergambar menggunakan aplikasi desain
- Pembuatan podcast dengan narasi audio

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut

- Gelar karya (exhibition) berupa pameran e-book dan pemutaran podcast
- Evaluasi proses riset dan produksi
- Komitmen sekolah untuk terus mendokumentasikan kearifan lokal

Kaitan Mata Pelajaran

- Bahasa Inggris/Daerah: Narrative text
- IPS: Sejarah lokal dan budaya
- Informatika: Literasi digital, desain e-book, dan produksi podcast

Asesmen

- Diagnostik: Tanya jawab awal tentang pengetahuan cerita rakyat
- Formatif: Observasi kerja kelompok dan refleksi siswa
- Sumatif: Penilaian e-book bergambar/podcast dan presentasi

Bukti Dukung

- Foto kegiatan
- Jurnal siswa
- E-book bergambar
- Podcast audio
- Laporan akhir projek

Dokumen Pendukung

- SK Penugasan Guru
- Rencana Pelaksanaan Projek (RPPj)
- Rubrik Penilaian
- Surat Izin Kegiatan
- Lembar Observasi dan Refleksi

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved