Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6
Peserta didik kelas XI diasumsikan telah memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
Peserta didik mampu mengidentifikasi tren atau pola dari data yang divisualisasikan untuk mulai menarik kesimpulan awal.
Pertemuan 3: Analisis Data dan Interpretasi (2 JP)
Peserta didik mampu menganalisis data yang telah diolah dan divisualisasikan untuk mengidentifikasi perubahan signifikan pada kondisi hutan dari waktu ke waktu secara kritis.
Peserta didik mampu merumuskan interpretasi berdasarkan analisis data yang dilakukan, menghubungkan temuan dengan dampak lingkungan dan sosial.
Peserta didik mampu menyusun narasi deskriptif berdasarkan data dan interpretasi yang telah dibuat, sebagai bagian dari laporan proyek.
Pertemuan 4: Presentasi dan Refleksi Proyek (2 JP)
Peserta didik mampu menyajikan hasil proyek analisis data "Hutanku Dulu, Kini, dan yang Akan Datang" secara lisan dan visual dengan jelas dan menarik.
Peserta didik mampu menanggapi pertanyaan dan memberikan penjelasan terkait hasil analisis data yang telah dipresentasikan secara komunikatif.
Peserta didik mampu melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan hasil proyek, mengidentifikasi pembelajaran yang diperoleh dan area pengembangan diri.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berfokus pada perubahan ekosistem hutan di Indonesia atau di daerah terdekat peserta didik, meliputi deforestasi, reforestasi, keanekaragaman hayati, dan dampak perubahan iklim.
Peserta didik akan diajak untuk mengidentifikasi "Hutanku Dulu" (kondisi hutan masa lalu), "Kini" (kondisi hutan saat ini), dan "yang Akan Datang" (prediksi atau harapan kondisi hutan di masa depan berdasarkan analisis data).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik akan terlibat dalam proyek nyata menganalisis data perubahan hutan.
Diskusi Kelompok: Mendorong kolaborasi dan berbagi ide dalam setiap tahapan proyek.
Eksplorasi Lapangan (opsional/alternatif): Jika memungkinkan, melakukan observasi langsung ke lingkungan sekitar sekolah atau sumber data lingkungan (misalnya, taman kota, kebun) untuk mengidentifikasi fenomena terkait hutan (bisa diganti dengan eksplorasi data online jika tidak memungkinkan).
Wawancara (opsional/alternatif): Jika memungkinkan, wawancara dengan narasumber terkait lingkungan (misalnya, guru Geografi/Biologi, pegiat lingkungan lokal) untuk mendapatkan perspektif dan data kualitatif.
Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Geografi, Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia), Pustakawan sekolah.
Lingkungan Luar Sekolah: Lembaga Konservasi (jika ada dan memungkinkan untuk dikunjungi/dihubungi), Dinas Kehutanan setempat, komunitas peduli lingkungan, Universitas (narasumber).
Masyarakat: Orang tua (sebagai pendukung dalam pengumpulan data/informasi), tokoh masyarakat yang peduli lingkungan.
LINGKUNGAN BELAJAR:
Ruang Fisik: Laboratorium komputer (dengan akses internet dan software spreadsheet), ruang kelas yang memungkinkan pengaturan kelompok dan diskusi, perpustakaan sekolah.
Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi, pengumpulan tugas, dan forum diskusi daring. Akses ke perpustakaan digital (contoh: Perpusnas, jurnal online, situs web lembaga lingkungan).
Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif, partisipasi aktif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap isu lingkungan dan pemecahan masalah melalui data.
PEMANFAATAN DIGITAL:
Perpustakaan Digital: Untuk mencari referensi, data sekunder (laporan, jurnal ilmiah, peta digital, citra satelit) terkait kondisi hutan.
Forum Diskusi Daring (Google Classroom): Untuk berbagi ide, bertanya, dan memberikan umpan balik antarpeserta didik dan guru.
Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau tes diagnostik, atau untuk self-assessment.
Aplikasi Pengolah Angka (misal: Microsoft Excel, Google Sheets): Untuk mengorganisir, mengolah, dan menganalisis data.
Aplikasi Presentasi (misal: Google Slides, Microsoft PowerPoint): Untuk menyajikan hasil proyek.
Kahoot/Mentimeter (opsional): Untuk kuis interaktif atau umpan balik cepat guna memicu joyful learning.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Mindful Learning: Guru memulai dengan salam dan menanyakan kabar peserta didik.
Mengajak peserta didik untuk mengambil napas dalam-dalam dan fokus pada pembelajaran hari ini.
Guru dapat memutar video singkat yang menenangkan tentang hutan atau suara alam untuk menumbuhkan kesadaran dan ketenangan.
Meaningful Learning: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir bagaimana kondisi hutan di sekitar kita berubah dari waktu ke waktu?" atau "Menurut kalian, apa pentingnya hutan bagi kehidupan kita?" untuk mengaitkan materi dengan pengalaman dan pengetahuan awal peserta didik.
Joyful Learning: Guru menyajikan sebuah gambar/foto "sebelum" dan "sesudah" dari suatu area hutan (misal: dari google maps street view di waktu berbeda, atau dari media massa) dan meminta peserta didik menebak apa yang terjadi.
Ini akan membangkitkan rasa ingin tahu dan kegembiraan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas proyek yang akan dilakukan.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN 1: PENGENALAN PROYEK DAN PENGUMPULAN DATA (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
Guru menjelaskan konsep dasar analisis data dan relevansinya dengan isu lingkungan, khususnya hutan. Guru memberikan contoh nyata bagaimana data dapat digunakan untuk memahami perubahan lingkungan.
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang). Guru menjelaskan secara rinci tentang proyek "Hutanku Dulu, Kini, dan yang Akan Datang", termasuk tahapan, luaran, dan rubrik penilaian.
Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi isu spesifik terkait hutan yang ingin mereka analisis (diferensiasi konten: Peserta didik dapat memilih isu yang paling menarik bagi kelompoknya, misalnya deforestasi, kebakaran hutan, penanaman kembali, perubahan tutupan lahan).
Guru memfasilitasi diskusi kelompok tentang strategi pengumpulan data primer (observasi/wawancara) dan sekunder (perpustakaan digital, laporan lembaga, citra satelit). Guru memberikan contoh-contoh sumber data yang bisa diakses.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
Kelompok mulai merencanakan pengumpulan data, termasuk pembagian tugas dan identifikasi alat yang dibutuhkan. Guru membimbing kelompok dalam membuat rencana yang realistis.
Peserta didik melakukan pencarian awal data sekunder melalui perpustakaan digital atau internet.
Guru menyediakan daftar situs web yang terpercaya sebagai panduan (diferensiasi proses: Peserta didik dengan keterampilan pencarian yang lebih baik dapat membantu anggota kelompok lain).
Guru memberikan lembar kerja untuk mencatat sumber data dan jenis data yang akan dikumpulkan.
Merefleksi (Mindful Learning):
Setiap kelompok mempresentasikan singkat rencana pengumpulan data mereka. Guru memberikan umpan balik dan masukan.
Peserta didik secara individu menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang data dan hutan, serta satu pertanyaan yang masih mereka miliki.
PERTEMUAN 2: PENGOLAHAN DAN VISUALISASI DATA (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
Guru mereview kembali hasil pengumpulan data dari pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan pentingnya pengorganisasian data yang baik dalam spreadsheet.
Guru mendemonstrasikan secara langsung cara menggunakan fitur-fitur dasar spreadsheet (memasukkan data, mengurutkan, memfilter, membuat tabel) untuk mengorganisasi data hutan.
Guru menjelaskan berbagai jenis visualisasi data (grafik batang, grafik garis, diagram lingkaran, peta) dan kapan masing-masing jenis paling tepat digunakan untuk merepresentasikan data perubahan hutan.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
Kelompok bekerja di laboratorium komputer/dengan laptop mereka untuk memasukkan dan mengorganisasi data yang telah dikumpulkan ke dalam spreadsheet.
Peserta didik bereksperimen dengan berbagai jenis grafik dan diagram untuk memvisualisasikan data mereka.
Guru berkeliling memberikan bimbingan individual (diferensiasi proses: Peserta didik yang cepat memahami dapat menjadi "tutor sebaya" bagi teman-temannya).
Kelompok berdiskusi tentang visualisasi mana yang paling efektif dan menarik untuk menyampaikan temuan mereka.
Merefleksi (Mindful Learning):
Setiap kelompok menunjukkan satu visualisasi data terbaik mereka dan menjelaskan mengapa mereka memilih visualisasi tersebut.
Guru meminta peserta didik untuk merenungkan, "Bagaimana visualisasi data membantu kita memahami cerita di balik angka?"
PERTEMUAN 3: ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
Guru mengajak peserta didik untuk melihat kembali visualisasi data yang telah dibuat. Guru menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan analisis data: mengidentifikasi tren, pola, anomali, dan hubungan antar data.
Guru memberikan contoh interpretasi data yang baik dan menekankan pentingnya mendukung interpretasi dengan bukti dari data.
Guru menjelaskan bagaimana menghubungkan temuan data dengan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi (diferensiasi konten: Guru dapat memberikan studi kasus yang berbeda untuk analisis kelompok).
Mengaplikasi (Joyful Learning):
Kelompok secara mendalam menganalisis data dan visualisasi mereka. Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi perubahan "Dulu, Kini, dan yang Akan Datang" pada hutan berdasarkan data yang mereka miliki.
Setiap kelompok mulai menyusun draf narasi atau laporan singkat yang menginterpretasikan hasil analisis mereka.
Guru memberikan panduan mengenai struktur laporan dan gaya penulisan yang jelas.
Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif dalam menyampaikan interpretasi mereka (misal: membuat infografis sederhana, menambahkan gambar/video).
Merefleksi (Mindful Learning):
Setiap kelompok berbagi satu temuan paling menarik dari analisis data mereka.
Peserta didik menuliskan tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam menganalisis data dan bagaimana mereka mengatasinya.
PERTEMUAN 4: PRESENTASI DAN REFLEKSI PROYEK (70 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
Guru memberikan instruksi dan tips untuk presentasi yang efektif, termasuk cara menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan menjawab pertanyaan.
Mengaplikasi (Joyful Learning):
Setiap kelompok mempresentasikan proyek "Hutanku Dulu, Kini, dan yang Akan Datang" mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif.
Guru dapat menggunakan Mentimeter untuk mengumpulkan umpan balik cepat dari seluruh kelas tentang presentasi yang paling informatif atau paling kreatif.
Merefleksi (Mindful Learning):
Setelah semua presentasi, guru memfasilitasi diskusi kelas untuk merangkum pembelajaran dari semua proyek.
Peserta didik mengisi jurnal reflektif individu tentang keseluruhan proses proyek: apa yang mereka pelajari (pengetahuan, keterampilan, sikap), tantangan yang dihadapi, dan bagaimana mereka akan menerapkan pembelajaran ini di masa depan.
Guru memberikan umpan balik menyeluruh kepada setiap kelompok dan individu berdasarkan rubrik penilaian.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan capaian peserta didik dalam proyek.
Guru menyoroti kekuatan-kekuatan yang ditunjukkan peserta didik dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut.
Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dari seluruh bab
"Proyek Analisis Data", menekankan pentingnya analisis data dalam memahami isu lingkungan dan membuat keputusan yang tepat.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan ide atau topik yang ingin mereka pelajari lebih lanjut di bab berikutnya atau terkait dengan analisis data.
Guru menginformasikan tentang materi yang akan dipelajari di pertemuan selanjutnya.
Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 5 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 4 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 3 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Contoh-Modul-Ajar-Deep-Learning-Informatika-Kelas-11-SMA-Bab-6.jpg)