Modul Ajar

CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA, Chapter 4 Healthy Foods

Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Chapter 4 Healthy Foods

Ilustrasi
MODUL BAHASA INGGRIS - Ilustrasi. CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA, Chapter 4 Healthy Foods 

SRIPOKU.COM - Berikut referensi Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Semester 1 dan 2 yang merupakan kurikulum terbaru.

Berdasarkan buku teks pelajaran Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka terdapat 6 Bab materi yang nantinya akan di pelajari, diantaranya yaitu sebagai berikut.

Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Chapter 4 Healthy Foods

Baca juga: CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA, Chapter 3 Sports and Health

MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS
BAB 4 :  HEALTHY FOODS

A.    IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah    :    .....................................................................................
Nama Penyusun    :    .....................................................................................
Mata Pelajaran    :    Bahasa Inggris
Kelas / Fase /Semester    :     X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu     :    
Tahun Pelajaran    :    20.. / 20..

B.    IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Pengetahuan Awal: Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang kosakata terkait makanan dan minuman dalam bahasa Inggris. Mereka juga mungkin memiliki pengalaman personal terkait kebiasaan makan sehat atau tidak sehat. Beberapa mungkin sudah familiar dengan konsep teks prosedur dalam bahasa Indonesia.
Minat: Peserta didik memiliki minat yang bervariasi terhadap jenis-jenis makanan, dan mungkin memiliki preferensi pribadi terhadap makanan sehat atau junk food. Topik makanan sehat relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga diharapkan dapat membangkitkan minat.
Latar Belakang: Latar belakang peserta didik beragam, ada yang mungkin terbiasa dengan pola makan sehat di rumah, ada pula yang sebaliknya. Pemahaman tentang pentingnya makanan sehat mungkin juga bervariasi.
Kebutuhan Belajar:
Audiovisual: Peserta didik yang belajar secara visual dan auditori akan terbantu dengan penggunaan video dan rekaman audio.
Kinestetik: Permainan dan aktivitas diskusi kelompok akan mengakomodasi peserta didik kinestetik.
Verbal-Lingual: Kegiatan menulis dan berbicara akan menunjang peserta didik dengan kecerdasan verbal-lingual.
Interpersonal: Diskusi kelompok dan berpasangan akan memfasilitasi peserta didik dengan kecerdasan interpersonal.

C.    KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Jenis Pengetahuan yang akan Dicapai:
Pengetahuan Konseptual: Pemahaman tentang definisi dan karakteristik makanan sehat.
Pengetahuan Prosedural: Kemampuan memproduksi teks prosedur lisan dan tulis tentang makanan sehat.
Pengetahuan Metakognitif: Kesadaran akan kebiasaan makan pribadi dan kemampuan merefleksikan pentingnya pola makan sehat.
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Topik "Healthy Foods" sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan kebiasaan makan mereka.
Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan menengah, karena melibatkan pemahaman teks, produksi teks lisan dan tulis, serta penalaran kritis terkait pilihan makanan.
Struktur Materi: Materi disusun secara bertahap, dimulai dari identifikasi konteks, gagasan utama, dan informasi terperinci dari teks prosedur lisan, dilanjutkan dengan identifikasi karakteristik teks prosedur, hingga memproduksi teks prosedur dalam bentuk multimoda.
Integrasi Nilai dan Karakter:
Tanggung Jawab: Terhadap kesehatan diri sendiri.
Kolaborasi: Melalui diskusi dan kerja kelompok.
Kreativitas: Dalam membuat rencana menu sehat dan teks prosedur multimoda.
Kritis: Dalam menganalisis informasi tentang makanan sehat.
Mandiri: Dalam melakukan asesmen diri dan refleksi pembelajaran.

D    DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis informasi tentang makanan sehat dan membuat keputusan berdasarkan alasan yang kuat.
Kreativitas: Peserta didik akan merancang menu sehat dan membuat teks prosedur multimoda.
Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam diskusi kelompok dan berpasangan.
Kemandirian: Peserta didik akan belajar secara mandiri, merefleksikan pemahaman mereka, dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Kesehatan: Tujuan utama bab ini adalah membantu peserta didik memahami dan mengadopsi kebiasaan makan sehat untuk menjaga kesehatan.
Komunikasi: Peserta didik akan memproduksi teks prosedur lisan dan tulis, serta mendiskusikan gagasan dan pendapat mereka.

DESAIN PEMBELAJARAN

A.    CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase E, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam berbagai jenis teks untuk berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan target pemirsa/pembacanya. Peserta didik memproduksi teks lisan, tulisan, dan visual yang lebih beragam, dengan pemahaman terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa untuk menyampaikan keinginan/perasaan/pendapat dan berdiskusi mengenai topik yang dekat dengan keseharian mereka atau isu yang hangat sesuai usia peserta didik di fase ini. Peserta didik memahami teks lisan, tulisan dan visual untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi. Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi dalam bahasa Inggris juga mulai berkembang.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Bahasa Inggris adalah sebagai berikut.

Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan guru, teman sebaya, dan orang lain dalam berbagai macam situasi dan tujuan. Peserta didik menggunakan dan merespons pertanyaan serta menggunakan strategi untuk memulai dan mempertahankan percakapan dan diskusi. Peserta didik memahami dan mengidentifikasi ide utama dan detail dari teks lisan yang relevan dari diskusi atau presentasi mengenai topik yang terkait dengan kehidupan mereka. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan opini terhadap isu yang dekat dengan kehidupan mereka dan untuk membahas minat. Peserta didik memberikan pendapat dan membuat perbandingan. Peserta didik mulai menggunakan elemen nonverbal (gestur, kecepatan bicara dan/atau nada suara) untuk dapat memperkuat/mendukung pesan/informasi yang ingin disampaikan.
(Students use English to communicate with teachers, peers and others in a range of settings and for a range of purposes. They use and respond to questions and use strategies to initiate and sustain conversations and discussion. They understand and identify the main ideas and relevant details in oral texts of discussions or presentations on youth-related topics. They use English to express opinions on youth-related issues and to discuss youth-related interests. They give opinions and make comparisons. They begin to use nonverbal elements (gestures, speed and/or pitch) to strengthen/support the message/information being conveyed.)
Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)
Peserta didik membaca dan merespons berbagai jenis teks. Peserta didik membaca untuk mempelajari sesuatu atau untuk mendapatkan informasi. Peserta didik mencari dan mengevaluasi detil spesifik dan inti dari berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital, termasuk di antaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Pemahaman peserta didik terhadap ide pokok, isu-isu atau pengembangan plot dalam berbagai jenis teks mulai berkembang. Peserta didik mengidentifikasi tujuan penulis dan mengembangkan keterampilannya untuk melakukan inferensi sederhana dalam memahami informasi tersirat dalam teks.
(Students read and respond to a variety of texts. They read to learn or to find information. They locate and evaluate specific details and main ideas of a variety of texts. These texts may be in the form of printed or digital texts, including visual, multimodal or interactive texts. They are developing understanding of main ideas, issues or plot development in a variety of texts. They identify the author’s purposes and develop simple inferential skills to help them understand implied information from the texts.)
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)
Peserta didik menulis berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi, melalui aktivitas yang dipandu, menunjukkan pemahaman mereka terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa. Peserta didik merencanakan, menuliskan, mengulas, dan merevisi teks dengan menunjukkan strategi koreksi diri dalam kaidah menulis. Peserta didik menyampaikan ide menggunakan kosakata dan kata kerja umum dalam tulisannya. Peserta didik menyajikan informasi menggunakan berbagai moda presentasi dalam bentuk cetak dan digital untuk menyesuaikan dengan target pembaca/pemirsa dan untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda.
(Students write a variety of fiction and non-fiction texts, through guided activities, showing an awareness of purpose and audience. They plan, write, review and revise texts with some evidence of self-correction strategies in writing conventions. They express ideas and use common/daily vocabulary and verbs in their writing. They present information using different modes of presentation in print and digital forms to suit different audiences and to achieve different purposes.)

B.     LINTAS DISIPLIN ILMU
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Konsep kesehatan fisik, gizi, dan pentingnya pola makan seimbang.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) / Biologi: Sistem pencernaan, nutrisi, dan dampak makanan terhadap tubuh.
Seni Budaya: Desain visual untuk teks prosedur multimoda dan menu kreatif.
Bahasa Indonesia: Struktur teks prosedur, pengembangan gagasan, dan penggunaan bahasa yang efektif.

C.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami dan Mengidentifikasi Informasi Teks Prosedur Lisan
Peserta didik dapat mengidentifikasi konteks, gagasan utama, dan informasi terperinci dari teks prosedur lisan tentang cara memilih atau mengonsumsi makanan sehat dengan tepat.
Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dan rangkaian penyusunan teks prosedur lisan tentang cara menghindari sakit dan memilih makanan sehat secara akurat.
Pertemuan 2: Menganalisis dan Memahami Teks Prosedur Tulis Multimoda
Peserta didik dapat mengidentifikasi makna tersurat dan tersirat dari teks prosedur tulis dalam bentuk multimoda tentang kesehatan dengan benar.
Peserta didik dapat menguraikan gagasan dan pendapat disertai dengan alasan sederhana terhadap teks prosedur tentang mengonsumsi makanan dengan cara yang sehat secara logis.
Pertemuan 3: Mendemonstrasikan Komunikasi dan Merancang Teks Prosedur
Peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi efektif dalam penyampaian gagasan dan pendapat dengan alasan sederhana terhadap prosedur tentang mengonsumsi makanan dengan cara yang sehat dengan lancar.
Peserta didik dapat merancang teks prosedur dalam bentuk multimoda tentang cara mengonsumsi makanan dengan cara yang sehat untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan, dengan memperhatikan konteks dan tujuan penulisan secara kreatif.
Pertemuan 4: Memproduksi, Mempresentasikan, dan Mengevaluasi Teks Prosedur
Peserta didik dapat memproduksi teks prosedur dalam bentuk multimoda tentang cara mengonsumsi makanan dengan cara yang sehat untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan, dan mempresentasikannya dengan percaya diri.
Peserta didik dapat melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan secara mandiri.

D.    TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
"Healthy Foods"
"Healthy Eating Habit"
"Rules of Eating Healthy Food"
"Procedural Text About How to Eat Healthily to Maintain Your Health"
Cara memilih atau mengonsumsi makanan sehat.
Cara menghindari sakit dan memilih makanan sehat.

E.    KERANGKA PEMBELAJARAN
Praktik Pedagogik
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan integrasi Task-Based Learning.
Strategi:
Mindful Learning: Dimulai dengan pertanyaan pemantik dan aktivitas yang mengajak peserta didik merefleksikan kebiasaan makan mereka (misalnya, menanyakan jenis makanan saat sarapan, merespon pendapat tentang video mukbang ). Penggunaan "pensil di tangan" untuk anotasi teks bacaan mendorong pemahaman yang lebih dalam dan interaksi aktif dengan materi.
Meaningful Learning: Materi dikaitkan dengan pengalaman pribadi peserta didik (misalnya, memilih makanan kesukaan, mengaitkan sakit perut dengan makanan yang dikonsumsi ). Pembuatan proyek teks prosedur multimoda memungkinkan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata.
Joyful Learning: Penggunaan video menarik (mukbang, iklan gaya hidup sehat ), permainan (THIS or THAT, Dos and Don'ts ), dan aktivitas kolaboratif seperti Gallery Walk akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Metode: Diskusi, tanya jawab, mendengarkan aktif, membaca, menulis, presentasi, bermain peran (ahli gizi).
Kemitraan Pembelajaran:
Lingkungan Sekolah: Guru, teman sebaya (melalui kerja kelompok, berpasangan, dan peer assessment ), perpustakaan sekolah untuk referensi.
Lingkungan Luar Sekolah: Keluarga (misalnya, melalui laporan makanan harian di rumah ), komunitas kesehatan lokal (jika memungkinkan, untuk studi kasus atau narasumber).
Masyarakat: Melalui publikasi proyek teks prosedur di media yang dipilih peserta didik.
Lingkungan Belajar:
Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, presentasi, dan aktivitas bergerak (misalnya, Gallery Walk ).
Ruang Virtual: Penggunaan tautan video (YouTube ), platform untuk mencari informasi (misalnya, Gizipedia ), dan potensi penggunaan Google Classroom untuk berbagi materi dan pengumpulan tugas.
Budaya Belajar: Budaya kolaboratif, saling menghargai pendapat, aktif bertanya dan berdiskusi, serta mendorong kemandirian dan tanggung jawab.
Pemanfaatan Digital:
Video: Video "MUKBANG BAKSO LAVA SUPER JUMBO" (YouTube) untuk stimulasi awal, dan "Healthy Lifestyle Advertisement" (YouTube) untuk pre-reading activity.
Perpustakaan Digital/Sumber Online: Akses ke tautan seperti Gizipedia untuk informasi lebih lanjut tentang makanan sehat di Indonesia, serta mencari resep camilan sehat.
Forum Diskusi Daring: Potensi penggunaan platform seperti Google Classroom untuk diskusi di luar jam pelajaran atau berbagi sumber.
Asesmen Daring: Dapat diintegrasikan untuk kuis singkat atau refleksi mandiri jika diperlukan.
QR Code: Untuk akses cepat ke sumber daya digital.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved