Modul Ajar
CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA, Chapter 3 Sports and Health
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Chapter 3 Sports and Health
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Berikut referensi Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Semester 1 dan 2 yang merupakan kurikulum terbaru.
Berdasarkan buku teks pelajaran Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka terdapat 6 Bab materi yang nantinya akan di pelajari, diantaranya yaitu sebagai berikut.
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Chapter 3 Sports and Health
Baca juga: CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 10 SMA, Chapter 2 Sports Events
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS
BAB 3 : SPORTS AND HEALTH
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu :
Tahun Pelajaran : 20.. / 20..
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Pengetahuan Awal: Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang kosakata terkait kesehatan dan olahraga dalam bahasa Inggris, serta struktur kalimat sederhana. Mereka mungkin juga sudah terbiasa dengan konsep teks prosedur dalam bahasa Indonesia.
Minat: Peserta didik umumnya memiliki minat terhadap topik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, seperti kesehatan dan kegiatan fisik. Isu-isu kesehatan terkini (misalnya, Covid-19) juga dapat menjadi pemantik minat.
Latar Belakang: Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang, yang mungkin memiliki tingkat paparan dan pengalaman yang berbeda terhadap bahasa Inggris dan teknologi. Beberapa mungkin lebih visual, ada yang auditori, dan ada pula yang kinestetik.
Kebutuhan Belajar:
Beberapa peserta didik mungkin membutuhkan dukungan lebih dalam penguasaan kosakata baru dan struktur kalimat.
Peserta didik yang lebih cepat mungkin membutuhkan tantangan tambahan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan mereka.
Perlu adanya variasi kegiatan untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda (visual, auditori, kinestetik).
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Jenis Pengetahuan: Materi ini berfokus pada teks prosedur lisan dan tulis multimodal tentang cara menjaga dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental. Ini melibatkan pengetahuan konseptual (tentang kesehatan), prosedural (langkah-langkah menjaga kesehatan), dan metakognitif (strategi belajar dan berkomunikasi).
Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Topik "Sports and Health" sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, karena kesehatan fisik dan mental merupakan aspek fundamental dalam kehidupan mereka. Materi ini juga membahas isu-isu seperti stres dan bagaimana mengelolanya.
Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan materi dianggap moderat. Kosakata dan struktur kalimat yang digunakan umumnya dapat dipahami oleh peserta didik kelas X, meskipun akan ada penambahan kosakata baru. Konsep teks prosedur sudah familiar, namun penerapannya dalam bahasa Inggris dan bentuk multimodal memerlukan bimbingan.
Struktur Materi: Materi diorganisasikan dalam beberapa tugas (Task 1-7) yang mencakup keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis teks prosedur. Setiap tugas memiliki tujuan pembelajaran spesifik dan rincian kegiatan yang terstruktur. Teks prosedur juga dijelaskan karakteristiknya, seperti penggunaan kalimat perintah.
Integrasi Nilai dan Karakter:
Kesehatan: Memahami dan menerapkan tips menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kreativitas: Mengembangkan ide-ide kegiatan self-care dan membuat draf teks multimoda.
Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk survei, diskusi, dan review tulisan.
Kemandirian: Mencari makna kata di kamus, melakukan review bab secara mandiri, dan merencanakan pembelajaran selanjutnya.
Penalaran Kritis: Menganalisis informasi dari video dan rekaman audio, serta mengevaluasi infografis.
Komunikasi: Melakukan survei, berbagi pendapat, dan mempresentasikan hasil kerja.
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: (Implisit) Menyadari pentingnya menjaga kesehatan sebagai anugerah Tuhan.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu mengidentifikasi konteks, gagasan utama, dan informasi terperinci dari teks prosedur lisan dan tulis, serta menganalisis efek stres dan strategi mengelolanya.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang teks prosedur multimoda tentang cara mempertahankan kesehatan fisik atau mental dengan menambahkan gambar dan ide-ide self-care yang kreatif.
Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan survei, berdiskusi, dan saling mereview draf tulisan.
Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi, mengecek makna kata di kamus, dan melakukan refleksi serta review mandiri terhadap pemahaman materi.
Kesehatan: Peserta didik mampu memahami dan mendemonstrasikan cara menjaga dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental.
Komunikasi: Peserta didik mampu memproduksi teks prosedur lisan dan tulis multimoda secara efektif, mendemonstrasikan komunikasi efektif dalam penyampaian gagasan dan pendapat, serta berdiskusi tentang pengalaman.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase E, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam berbagai jenis teks untuk berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan target pemirsa/pembacanya. Peserta didik memproduksi teks lisan, tulisan, dan visual yang lebih beragam, dengan pemahaman terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa untuk menyampaikan keinginan/perasaan/pendapat dan berdiskusi mengenai topik yang dekat dengan keseharian mereka atau isu yang hangat sesuai usia peserta didik di fase ini. Peserta didik memahami teks lisan, tulisan dan visual untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi. Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi dalam bahasa Inggris juga mulai berkembang.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Bahasa Inggris adalah sebagai berikut.
Elemen
Deskripsi
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan guru, teman sebaya, dan orang lain dalam berbagai macam situasi dan tujuan. Peserta didik menggunakan dan merespons pertanyaan serta menggunakan strategi untuk memulai dan mempertahankan percakapan dan diskusi. Peserta didik memahami dan mengidentifikasi ide utama dan detail dari teks lisan yang relevan dari diskusi atau presentasi mengenai topik yang terkait dengan kehidupan mereka. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan opini terhadap isu yang dekat dengan kehidupan mereka dan untuk membahas minat. Peserta didik memberikan pendapat dan membuat perbandingan. Peserta didik mulai menggunakan elemen nonverbal (gestur, kecepatan bicara dan/atau nada suara) untuk dapat memperkuat/mendukung pesan/informasi yang ingin disampaikan.
(Students use English to communicate with teachers, peers and others in a range of settings and for a range of purposes. They use and respond to questions and use strategies to initiate and sustain conversations and discussion. They understand and identify the main ideas and relevant details in oral texts of discussions or presentations on youth-related topics. They use English to express opinions on youth-related issues and to discuss youth-related interests. They give opinions and make comparisons. They begin to use nonverbal elements (gestures, speed and/or pitch) to strengthen/support the message/information being conveyed.)
Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)
Peserta didik membaca dan merespons berbagai jenis teks. Peserta didik membaca untuk mempelajari sesuatu atau untuk mendapatkan informasi. Peserta didik mencari dan mengevaluasi detil spesifik dan inti dari berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital, termasuk di antaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Pemahaman peserta didik terhadap ide pokok, isu-isu atau pengembangan plot dalam berbagai jenis teks mulai berkembang. Peserta didik mengidentifikasi tujuan penulis dan mengembangkan keterampilannya untuk melakukan inferensi sederhana dalam memahami informasi tersirat dalam teks.
(Students read and respond to a variety of texts. They read to learn or to find information. They locate and evaluate specific details and main ideas of a variety of texts. These texts may be in the form of printed or digital texts, including visual, multimodal or interactive texts. They are developing understanding of main ideas, issues or plot development in a variety of texts. They identify the author’s purposes and develop simple inferential skills to help them understand implied information from the texts.)
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)
Peserta didik menulis berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi, melalui aktivitas yang dipandu, menunjukkan pemahaman mereka terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa. Peserta didik merencanakan, menuliskan, mengulas, dan merevisi teks dengan menunjukkan strategi koreksi diri dalam kaidah menulis. Peserta didik menyampaikan ide menggunakan kosakata dan kata kerja umum dalam tulisannya. Peserta didik menyajikan informasi menggunakan berbagai moda presentasi dalam bentuk cetak dan digital untuk menyesuaikan dengan target pembaca/pemirsa dan untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda.
(Students write a variety of fiction and non-fiction texts, through guided activities, showing an awareness of purpose and audience. They plan, write, review and revise texts with some evidence of self-correction strategies in writing conventions. They express ideas and use common/daily vocabulary and verbs in their writing. They present information using different modes of presentation in print and digital forms to suit different audiences and to achieve different purposes.)
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Konsep-konsep tentang aktivitas fisik, nutrisi, dan kebugaran.
Bimbingan Konseling/Psikologi: Aspek kesehatan mental, manajemen stres, dan self-care.
Seni Rupa/Desain Komunikasi Visual: Pemahaman tentang penggunaan moda visual (gambar, warna) dalam infografis dan teks multimoda.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemanfaatan video dan media sosial (Twitter) sebagai sumber informasi dan media publikasi.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Tips Kesehatan Fisik (Fokus pada Listening & Speaking)
Peserta didik dapat mengidentifikasi konteks, gagasan utama, dan informasi terperinci dari teks prosedur lisan tentang cara menjaga kesehatan dengan benar.
Peserta didik dapat menanyakan dan merespon pendapat tentang isi video promosi gaya hidup sehat dengan menggunakan pertanyaan pemantik yang sesuai.
Peserta didik dapat menyajikan jawaban atas pertanyaan lisan mengenai tips kesehatan berdasarkan rekaman audio dengan tepat.
Peserta didik dapat melakukan survei dengan mengajukan pertanyaan frekuensi dan mencatat jawaban dengan akurat dalam kelompok.
Pertemuan 2: Mengenali Karakteristik Teks Prosedur Lisan & Mengelola Stres (Fokus pada Listening & Speaking)
Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik, rangkaian penyusunan, dan pengembangan gagasan secara sederhana dari teks prosedur lisan (dialog) tentang cara menjaga kesehatan mental dengan tepat.
Peserta didik dapat menganalisis efek stres dan strategi untuk mengelolanya dari video dan percakapan audio dengan kritis.
Peserta didik dapat mendiskusikan dan berbagi jawaban tentang aktivitas untuk menjaga kesehatan mental secara berpasangan dan dengan teman sekelasnya dengan komunikasi yang efektif.
Pertemuan 3: Menganalisis Teks Prosedur Tulis Multimoda (Fokus pada Reading)
Peserta didik dapat mengidentifikasi makna tersurat dan tersirat dari teks prosedur tulis dalam bentuk multimoda (infografis) cara menjaga kesehatan fisik dan mental dengan akurat.
Peserta didik dapat melengkapi kalimat rumpang dan menentukan kebenaran pernyataan berdasarkan informasi pada infografis dengan teliti.
Peserta didik dapat menguraikan gagasan dan pendapat disertai dengan alasan sederhana terhadap teks prosedur melalui permainan Self-care Bingo dengan antusias.
Pertemuan 4: Merancang dan Memproduksi Teks Prosedur Multimoda (Fokus pada Writing)
Peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi efektif dalam penyampaian gagasan dan pendapat dengan alasan sederhana terhadap prosedur cara mempertahankan kesehatan fisik atau mental melalui diskusi kelompok.
Peserta didik dapat merancang draf teks prosedur multimoda tentang cara mempertahankan kesehatan fisik atau mental dengan memperhatikan konteks dan tujuan penulisan1 menggunakan panduan yang diberikan.
Peserta didik dapat memproduksi teks prosedur multimoda tentang cara mempertahankan kesehatan fisik atau mental, mengembangkan draf menjadi teks yang lengkap, dan merevisi berdasarkan umpan balik dengan baik.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Tips menjaga kesehatan fisik dalam kehidupan sehari-hari (olahraga, makan sehat, tidur cukup, kebersihan diri).
Strategi menjaga kesehatan mental dan mengelola stres (meditasi, yoga, bersosialisasi, self-care activities).
Pemanfaatan media sosial (Twitter, infografis, video) untuk berbagi informasi kesehatan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
Praktik Pedagogik:
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) atau Project-Based Learning (PjBL) disesuaikan dengan fokus setiap pertemuan. Misalnya, pada pertemuan menulis, akan lebih ke PjBL.
Strategi Pembelajaran: Active Learning, Collaborative Learning, Differentiated Instruction.
Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab, survei, permainan (Self-care Bingo, Group Discussion Game), presentasi, menulis draf dan merevisi.
Kemitraan Pembelajaran:
Lingkungan Sekolah: Guru, sesama peserta didik (teman sejawat), perpustakaan sekolah.
Lingkungan Luar Sekolah: Keluarga (untuk diskusi tentang kebiasaan sehat), komunitas lokal (jika memungkinkan untuk mencari contoh aktivitas sehat).
Masyarakat: Sumber daring terpercaya (artikel kesehatan, video edukasi dari organisasi kesehatan).
Lingkungan Belajar:
Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan aktivitas bergerak (misalnya, Self-care Bingo). Papan tulis untuk menuliskan kosakata baru.
Ruang Virtual: Pemanfaatan video dari YouTube, platform diskusi daring (Google Classroom), dan perpustakaan digital untuk mencari informasi.
Budaya Belajar: Lingkungan yang mendukung peserta didik untuk berani bertanya, berbagi pendapat, berkolaborasi, dan saling memberikan umpan balik secara konstruktif. Mendorong growth mindset dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
Pemanfaatan Digital:
Perpustakaan Digital: Untuk mencari referensi tambahan mengenai topik kesehatan dan contoh teks prosedur.
Forum Diskusi Daring (Google Classroom/Platform lain): Untuk berbagi draf tulisan, memberikan komentar, dan melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran.
Video (YouTube): Sumber materi awal untuk pre-listening/pre-reading activities.
Aplikasi Presentasi (Google Slides/Canva): Untuk mempublikasikan hasil tulisan multimoda.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN
Membuka Pembelajaran dengan Kehadiran Penuh: Guru menyapa peserta didik dengan antusias, menciptakan suasana kelas yang positif dan terbuka. Guru dapat memutar musik instrumental ringan saat peserta didik memasuki kelas.
Pemanasan Interaktif:
Joyful Learning: Guru dapat memulai dengan pertanyaan ice-breaking ringan terkait kesehatan atau olahraga, misalnya, "What makes you feel energized in the morning?" atau "What is one simple thing you do to feel good?"
Mindful Learning: Guru mengingatkan peserta didik tentang Covid-19 sebagai bahaya dan tantangan kesehatan, kemudian menanyakan kegiatan yang dapat dilakukan untuk membuat tubuh sehat dan lebih tahan dari serangan Covid-19. Ini membantu peserta didik untuk mindful terhadap kondisi kesehatan saat ini dan relevansinya.
Meaningful Learning: Guru menghubungkan aktivitas awal dengan topik pembelajaran Bab 3 "Sports and Health", menjelaskan tujuan pembelajaran secara ringkas dan relevan dengan kehidupan mereka.
Apersepsi (Mengaktifkan Pengetahuan Awal):
Guru mengajukan pertanyaan pemantik dari Buku Siswa terkait gambar kegiatan.
Guru menyimak jawaban, memberikan masukan kata/ungkapan bahasa Inggris bila diperlukan, dan menuliskannya di papan tulis untuk memperkaya kosakata peserta didik.
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD BAB 8 Di Sekitar Rumah Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 7 Aku Ingin Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 6 Temanku Berbeda Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/CONTOH-Modul-Ajar-Deep-Learning-Bahasa-Inggris-Kelas-10-SMA-Chapter-3-Sports-and-Health.jpg)