Modul Ajar

CONTOH Modul Ajar Deep Learning Biologi Kelas 11 SMA, Bab 7 Hormon dalam Reproduksi Manusia

Modul Ajar Deep Learning IPA Biologi Kelas 11 SMA Bab 7 Hormon dalam Reproduksi Manusia

Ilustrasi
MODUL AJAR BIOLOGI - Ilustrasi. CONTOH Modul Ajar Deep Learning Biologi Kelas 11 SMA, Bab 7 Hormon dalam Reproduksi Manusia 

SRIPOKU.COM - Berikut referensi Modul Ajar Deep Learning IPA Biologi Kelas 11 SMA Semester 1 dan 2 yang merupakan kurikulum terbaru.

Berdasarkan buku teks pelajaran IPA Biologi Kelas 11 SMA Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka terdapat 8 Bab materi yang nantinya akan di pelajari, diantaranya yaitu sebagai berikut.

Modul Ajar Deep Learning IPA Biologi Kelas 11 SMA Bab 7 Hormon dalam Reproduksi Manusia

Baca juga: CONTOH Modul Ajar Deep Learning Biologi Kelas 11 SMA, Bab 6 Mobilitas Pada Manusia

MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (BIOLOGI)
BAB 7 : HORMON DALAM REPRODUKSI MANUSIA

A.    IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah    :    .....................................................................................
Nama Penyusun    :    .....................................................................................
Mata Pelajaran    :    IPA (Biologi)
Kelas / Fase /Semester    :     XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu     :    9 JP (3 Pertemuan @ 3 JP)
Tahun Pelajaran    :    20.. / 20..


B.    IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar mengenai sistem reproduksi manusia yang didapatkan pada jenjang pendidikan sebelumnya, seperti struktur organ reproduksi dan fungsi umumnya. Beberapa mungkin sudah memiliki pemahaman awal tentang peran hormon secara umum dalam tubuh. Keterampilan yang dimiliki meliputi kemampuan mencari informasi dasar, membaca teks, dan berdiskusi sederhana. Pemahaman awal dapat bervariasi, ada yang sudah cukup familiar dengan siklus menstruasi pada wanita, namun mungkin belum mengaitkan secara mendalam dengan peran hormon.

C.    KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Hormon dalam Reproduksi Manusia" termasuk dalam jenis pengetahuan konseptual dan prosedural. Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena berkaitan langsung dengan kesehatan reproduksi, pubertas, siklus hidup, dan potensi permasalahan reproduksi pada manusia. Tingkat kesulitan materi ini moderat hingga tinggi, terutama ketika membahas mekanisme umpan balik hormon yang kompleks. Struktur materi melibatkan pemahaman anatomi, fisiologi, dan biokimia. Integrasi nilai dan karakter dapat dilakukan melalui pembahasan tanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi, menghargai fungsi tubuh, serta etika dalam konteks isu-isu reproduksi.

D.    DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis hubungan sebab-akibat antara hormon dan proses reproduksi, mengevaluasi informasi dari berbagai sumber, dan memecahkan masalah terkait ketidakseimbangan hormon.
Kesehatan: Peserta didik akan memahami pentingnya menjaga keseimbangan hormon untuk kesehatan reproduksi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya.
Komunikasi: Peserta didik akan mampu mempresentasikan hasil eksplorasi, menyampaikan gagasan dalam diskusi kelompok, dan menggunakan terminologi ilmiah yang tepat.
Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan menyelesaikan proyek.
Kemandirian: Peserta didik akan secara mandiri mencari informasi, mengelola waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan.

DESAIN PEMBELAJARAN

A.    CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis peran berbagai hormon dalam proses reproduksi manusia, mengidentifikasi mekanisme regulasi hormon dalam menjaga keseimbangan sistem reproduksi, serta mengaplikasikan pemahaman tersebut untuk menjelaskan berbagai fenomena dan permasalahan terkait reproduksi manusia.

B.     LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
Kimia: Memahami struktur dan fungsi kimiawi hormon (steroid, protein).
Fisika: Memahami prinsip dasar umpan balik (feedback loop) dalam sistem regulasi tubuh.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Memahami aspek kesehatan reproduksi, gizi, dan gaya hidup yang memengaruhi keseimbangan hormon.
Sosiologi/Antropologi: Membahas isu-isu sosial dan budaya terkait kesehatan reproduksi dan kesadaran akan pentingnya edukasi reproduksi.

C.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pengenalan Hormon dan Organ Reproduksi Manusia
Melalui aktivitas eksplorasi awal dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai organ reproduksi pria dan wanita serta mengaitkannya dengan hormon yang berperan, dengan ketepatan minimal 80 persen. (Meaningful Learning, Joyful Learning)
Peserta didik mampu menjelaskan fungsi dasar minimal 3 hormon utama (contoh: testosteron, estrogen, progesteron) yang terlibat dalam reproduksi manusia setelah melakukan studi literatur, secara lisan maupun tertulis. (Mindful Learning)
Pertemuan 2: Mekanisme Kerja Hormon pada Pria dan Wanita
Dengan berkolaborasi dalam kelompok, peserta didik dapat menganalisis dan mempresentasikan mekanisme regulasi hormon pada sistem reproduksi pria (spermatogenesis) dan wanita (siklus menstruasi dan oogenesis) dengan diagram atau skema yang jelas. (Collaborative, Penalaran Kritis)
Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 2 contoh gangguan reproduksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon setelah melakukan wawancara/studi kasus sederhana, dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. (Meaningful Learning, Kesehatan)
Pertemuan 3: Dampak Faktor Eksternal dan Gaya Hidup terhadap Hormon Reproduksi
Melalui riset berbasis proyek, peserta didik dapat mengeksplorasi dan menyajikan dampak minimal 3 faktor eksternal (misalnya gizi, stres, polusi) atau gaya hidup (misalnya olahraga, tidur) terhadap keseimbangan hormon reproduksi, serta menawarkan solusi preventif. (Penalaran Kritis, Kreativitas, Komunikasi)
Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan hormon untuk kesehatan reproduksi jangka panjang dan mengembangkan sikap bertanggung jawab terhadap tubuh. (Mindful Learning, Kesehatan)

D.    TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Pubertas dan Perubahan Hormonal pada Remaja
Siklus Menstruasi dan Hormon yang Berperan
Hormon pada Kehamilan dan Persalinan
Peran Hormon dalam Kesuburan dan Infertilitas
Dampak Pola Hidup dan Lingkungan terhadap Keseimbangan Hormon Reproduksi
Kasus-kasus Gangguan Hormonal dalam Sistem Reproduksi (misalnya PCOS, hipogonadisme)

E.    KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan melakukan proyek investigasi (misalnya riset kecil tentang dampak faktor eksternal pada hormon reproduksi, membuat infografis/video edukasi tentang siklus hormon).
Diskusi Kelompok: Mendorong eksplorasi ide, analisis kasus, dan berbagi pengetahuan antar peserta didik.
Eksplorasi Lapangan (opsional/simulasi): Jika memungkinkan, kunjungan ke puskesmas atau wawancara dengan narasumber (dokter/bidan) untuk mendapatkan perspektif nyata tentang isu kesehatan reproduksi. Atau, simulasi wawancara/studi kasus dari skenario yang diberikan.
Wawancara (terstruktur/tidak terstruktur): Peserta didik mewawancarai narasumber (misalnya guru BK, petugas kesehatan) atau orang dewasa terdekat (dengan bimbingan dan etika yang dijaga) mengenai pemahaman dasar tentang kesehatan reproduksi atau dampak gaya hidup.
Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek atau diskusi kelompok mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
Lingkungan Sekolah: Guru BK, Tim Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan sekolah.
Lingkungan Luar Sekolah: Puskesmas terdekat (jika memungkinkan untuk kunjungan/wawancara dengan izin), organisasi kesehatan reproduksi remaja.
Masyarakat: Orang tua/wali (untuk pemahaman etika dan norma dalam wawancara, serta dukungan belajar di rumah), tenaga kesehatan lokal (melalui media daring atau tatap muka jika memungkinkan).
LINGKUNGAN BELAJAR:
Ruang Fisik: Kelas yang diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, laboratorium biologi (untuk mengamati model/diagram sistem reproduksi).
Ruang Virtual: Google Classroom untuk penugasan, pengumpulan materi, forum diskusi daring; platform video conference (Zoom/Google Meet) untuk sesi diskusi atau presentasi daring jika diperlukan.
Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (saling mendukung, berbagi peran), partisipasi aktif (setiap siswa berani berpendapat, bertanya), dan rasa ingin tahu yang tinggi (mencari tahu lebih dalam, mengajukan pertanyaan kritis) untuk mendukung pembelajaran mendalam.

PEMANFAATAN DIGITAL:
Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, artikel, atau buku elektronik tentang hormon dan reproduksi manusia.
Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron di Google Classroom untuk berbagi temuan, bertanya, dan memberikan umpan balik.
Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau tes diagnostik.
Kahoot/Mentimeter: Untuk kuis interaktif atau survei cepat sebagai bagian dari kegiatan pendahuluan atau refleksi (Joyful Learning).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved