Opini
Pewarta Profesi Mulia: Selamat Hari Pers Nasional 2026
Profesi ini menyimpan tugas mulia sepanjang peradaban manusia di muka bumi. Dimana tugas menyampaikan kabar ini telah diemban oleh orang-orang suci.
Wartawan menyimpannya setiap dokumen momentum dalam alfabet berderet. Siapa pun boleh menikmati, mendownload dan menggunakan informasinya tak pernah dipungut royalti. Wartawan adalah dedikasi kerja sejarawan.
Hari Pers Nasional tahun 2026 ini, wartawan menemukan tantangan baru. Kerjanya tidak hanya sekedar menulis warta, namun juga harus memviralkannya. Organisasi profesi (PWI) ditantang zaman. Dimana tiap orang yang menggenggam media sosial, kini telah menjelma menjadi pewarta. Tak peduli, ia paham kode etik atau tidak. Tak hirau, ia memiliki kartu pers atau tidak. Ia hanya butuh "akun". Kemudian melabelinya dengan sebuah nama media.
Disinilah para insan media, dibutuhkan membaca dan mengulang paradigma Socrates. Para pewarta mesti pintar menggunakan teori Triple filter. Dimana berita harus berisi informasi Benar, Baik, dan Bermanfaat.
Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026.
Berkabarlah Para Insan Media. Karena Pers Menavigasi Sejarah Dunia. (*)
| Dari Kayuagung ke Moskow, Perjalanan Anak Sumsel Mengubah Nasib di Rusia |
|
|---|
| Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah "Dikhianati" Demi Seremonial Belaka |
|
|---|
| Hati-hati dengan Diskon! |
|
|---|
| Digitalisasi Perbankan: Efisiensi Operasional atau Ancaman Keamanan Siber? |
|
|---|
| IHSG Awal 2026 Merosot Tajam: Mengapa Ini Justru Momentum Emas bagi Investor Jangka Panjang? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Agus-Mar.jpg)