Opini

Data Lebih Berharga dari Minyak

Tepat 6 tahun yang lalu mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74

Editor: Yandi Triansyah
Handout
Ansori, S.Kom Statistisi Ahli Muda BPS Muba 

Oleh: Ansori, S.Kom
Statistisi Ahli Muda BPS Muba

Tepat 6 tahun yang lalu mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019. 

Pidato kenegaraan kepala negara tersebut disampaikan pada sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung Parlemen,Jakarta.

Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung masalah kejahatan siber soal penyalahgunaan data.

"Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Lebih lanjut kepala negara juga menjelaskan bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita,kini data lebih berharga dari minyak. Kedaulatan data harus diwujudkan hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi.

Dalam Kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dengan namanya data, hampir seluruh aspek kehidupan mulai dari kita bangun tidur sampai kita tidur kembali kita tidak terlepas dengan namanya data.

Di Zaman yang serba Digital dan Teknologi Data dapat kita temukan dimana saja dan kapan saja kita butuhkan bisa itu melalui media sosial, media cetak, media elektronik, FB, WA dll yang kesemua itu sangat membantu mempermudah kita dalam mendapatkan data yang diperlukan.

Didalam sektor pemerintahan misalnya data sangat diperlukan dalam menentukan arah kebijakan dan arah pengambilan keputusan dalam Pembangunan.

Kita tidak bisa bayangkan betapa kacaunya suatu kebijakan tanpa adanya data yang akurat, kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pada zaman yang begitu cepat memperoleh data, kita harus lebih selektif dalam meilih dan mempergunakan data di dalam berbagai aspek terutama dalam hal pekerjaan yang kita tekuni.  

Begitu banyak polemik mengenai data, seseorang atau lembaga saling hujat mengenai keakuratan suatu data.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, apa yang dimaksud dengan data itu sendiri? Data menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu : Keterangan yang benar dan nyata atau keterangan/bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan).

Pengertian Data menurut Webster New World Dictionary adalah Things Known or Assumed yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap.

Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti). Data dapat menggambarkan tentang suatu keadaan atau persoalan. 

Data bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan (observasi) suatu objek.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved