Kasus Pasar Cinde

Bacakan Pledoi dengan Nada Terbata-bata, Raimar Yousnaidi Klaim Hanya Pekerja Tak Pernah Terima Uang

Ia membacakan pledoi yang ia tulis sendiri di hadapan Majelis Hakim dengan nada terbata-bata.

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Rachmad Kurniawan Putra
RAIMAR BACA PLEDOI- Terdakwa Raimar Yousnaidi membacakan nota pembelaan (pledoi) dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi revitalisasi bangunan Pasar Cinde di PN Palembang, pada Jumat (6/3/2026). Ia membacakan pledoi yang ia tulis sendiri di hadapan Majelis Hakim dengan nada terbata-bata. 

"Investasi swasta yang tidak menggunakan dana APBN maupun APBD dan kami telah mengeluarkan biaya fisik dan nonfisik sekitar Rp109 miliar," katanya.

Raimar mengungkap, atas kejadian ini keluarganya sangat tertekan sejak dirinya menjadi tersangka. Ia mengaku kondisi ekonomi keluarganya memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

"Istri dan empat anak saya sangat terganggu mentalnya. Untuk biaya kuliah dan kost anak saya, saya harus dibantu oleh teman-teman dan saudara," ujarnya.

Raimar berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan fakta-fakta persidangan secara objektif dan memberikan putusan yang adil baginya serta keluarganya.

Namun jika majelis hakim menilai sebaliknya, ia siap menerima konsekuensi hukum sesuai dengan kesalahannya.

"Jika menurut majelis hakim ada kebenaran pada diri saya, maka berikanlah keadilan bagi saya dan keluarga," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved