Berita Palembang

Perkuat Pertahanan Digital, Diskominfo Sumsel Dorong Resiliensi dan Kecepatan Respons Insiden Siber

Diskominfo Sumsel menggelar Bimtek Penanganan Insiden Siber guna meningkatkan kecepatan respons dan resiliensi digital pemerintah daerah.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Linda Trisnawati
BIMTEK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Insiden Siber di Ruang Rapat PUBM Sumsel, Rabu (6/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Diskominfo Sumsel menggelar Bimtek Penanganan Insiden Siber guna meningkatkan kecepatan respons dan resiliensi digital pemerintah daerah di tengah ancaman AI.
  • Meski Indeks SPBE Sumsel 2025 meraih nilai 3,129 (Baik), penguatan pada aspek audit keamanan dan pembentukan tim CSIRT yang aktif 24 jam tetap menjadi prioritas utama.
  • Melalui kolaborasi lintas wilayah dan sektor privat, Sumsel menargetkan peningkatan indeks keamanan siber guna mendukung visi nasional Indonesia Digital 2045.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tak Bisa Berenang, Dua Siswi SD di Empat Lawang Hanyut Berpelukan di Sungai Musi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Insiden Siber di Ruang Rapat PUBM Sumsel, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem digital dan resiliensi daerah terhadap ancaman keamanan siber yang kian kompleks.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Rika Efianti, SE, MM, mewakili Gubernur Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Rika menekankan bahwa tantangan siber pada tahun 2026 telah berlipat ganda seiring penggunaan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku kejahatan.

"Fokus utama kita tahun ini adalah kekuatan resiliensi dan kecepatan respons. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional dalam menghadapi serangan siber yang kian canggih," tegas Rika.

Rika menyampaikan tiga instruksi utama kepada peserta dari kabupaten/kota se-Sumsel: mempertajam deteksi proaktif, memperkuat kolaborasi wilayah melalui Computer Security Incident Response Team (CSIRT), serta memperketat dokumentasi mitigasi agar celah keamanan tidak terulang.

Senada dengan hal tersebut, Sandiman Ahli Madya Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Muhammad Ival Tirtakusumah, memaparkan bahwa indeks keamanan siber Sumsel berdasarkan penilaian SPBE 2025 berada pada angka 3,129 (Baik).

Namun, ia mencatat aspek audit dan penerapan kebijakan masih perlu ditingkatkan.

"Sesuai instruksi Presiden RI, setiap instansi wajib memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) yang kompeten dan responsif 24 jam. Pembentukan tim ini jangan sekadar formalitas, tapi harus didukung infrastruktur dan SDM mumpuni," kata Ival.

Ival juga mengingatkan instansi untuk tidak menutupi insiden siber.

Pelaporan cepat ke BSSN melalui CSIRT Provinsi dianggap krusial untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Kegiatan yang diikuti oleh 70 perwakilan Diskominfo dari 17 kabupaten/kota di Sumsel ini turut didukung oleh Elitery Indonesia.

Sinergi ini diharapkan menjadikan Sumatera Selatan sebagai pelopor ketahanan siber regional demi mewujudkan visi "Indonesia Digital 2045". 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Breaking News: 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara Dibawa ke Palembang

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved