Berita Palembang

Lulus Tapi Tak Daftar Ulang, Calon Mahasiswa Bakal Diblokir Tiga Tahun

Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi perhatian serius bagi calon mahasiswa

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Fadhila Rahma
Dok Pribadi
Penerimaan Mahasiswa Baru - Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr saat menjelaskan tentang penerimaan mahasiswa baru Unsri tahun 2026 di Gedung KPA Unsri Bukit, Sabtu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Sriwijaya (Unsri) akan memberikan sanksi tegas kepada calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), tetapi tidak melakukan daftar ulang. 
  • Peserta terancam diblokir selama tiga tahun dan tidak bisa lagi mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Mandiri.
  • Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi perhatian serius bagi calon mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan.

 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG - 

Universitas Sriwijaya (Unsri) menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), tetapi tidak melakukan daftar ulang. 

Peserta yang mengabaikan kewajiban tersebut terancam diblokir selama tiga tahun dan tidak bisa lagi mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Mandiri.

Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr, mengatakan kebijakan ini diterapkan berdasarkan peraturan resmi seleksi nasional masuk perguruan tinggi di Indonesia. 

"Peserta yang sudah dinyatakan lulus tetapi tidak daftar ulang, maka tidak bisa ikut lagi UTBK SNBT maupun Seleksi Mandiri. Mereka akan diblokir selama tiga tahun dan hanya bisa mendaftar ke perguruan tinggi swasta,” kata Prof. Rujito saat diwawancarai di Gedung KPA Unsri Bukit, Minggu (25/1/2026).

Baca juga: Pria di Sumsel Diduga Depresi Pasca Habisi Nyawa Tetangga, Hanya Diam Saat Diinterogasi Polisi

Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi perhatian serius bagi calon mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh melalui seleksi nasional.

Selain sanksi bagi peserta, Unsri juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah asal. Sekolah yang siswanya lulus tetapi tidak melakukan daftar ulang akan dipertimbangkan ulang dalam pemberian kuota pada tahun berikutnya.

“Kalau banyak siswa dari satu sekolah yang lulus tapi tidak daftar ulang, bisa saja kami beri pinalti. Sayang kursi sudah diberikan, tapi akhirnya tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Unsri juga menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi. Jika ditemukan manipulasi nilai atau pelanggaran lain, maka kelulusan peserta dapat dibatalkan.

"Pasa 2025 di Unsri ada sekitar 4,7 persen peserta yang lulus namun tidak melakukan daftar ulang, sehingga banyak kursi mahasiswa terbuang percuma. Untuk itu kuota tersebut dimasukkan di tahun 2026 ini," katanya. 

Menurutnya, Unsri pada tahun akademik 2026 akan menerima sebanyak 9.585 mahasiswa baru melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) sebanyak 2.312 mahasiswa, Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 3.501 mahasiswa, dan Seleksi Mandiri 3.772 mahasiswa.

“Jumlah ini naik 4,7 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 9.154 mahasiswa. Penambahan kuota dilakukan seiring peningkatan fasilitas kampus dan jumlah dosen,” jelas Prof. Rujito.

Ia berharap seluruh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan daftar ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pesan kami kepada calon mahasiswa, perhatikan dengan baik jadwal pendaftaran. Jika sudah melewati batas waktu, kami tidak bisa membantu,” tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved