Berita Palembang

Harga Ikan Gabus Giling di Pasar 7 Ulu Palembang Meroket hingga Rp100 Ribu

Kenaikan debit air di sejumlah wilayah Sumatera Selatan memicu kelangkaan pasokan ikan gabus

Penulis: Angga | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Angga
TUTUP - Suasana pedagang ikan gabus giling di Pasar 7 Ulu terlihat sepi pembeli dan beberapa pedagang tutup karena tidak mendapatkan stok ikan gabus dari nelayan, pada Selasa (13/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan debit air di sejumlah wilayah Sumatera Selatan memicu kelangkaan pasokan ikan gabus
  • Sejumlah lapak pedagang terpaksa memilih tutup karena tak memiliki ketersedian ikan gabus yang akan dijual. 
  • Kalau pun ada pedagang yang buka harganya terlewat mahal mencapai Rp 100 ribu per kilo. 
  • Seperti yang terpantau di Pasar 7 Ulu Palembang, harga ikan gabus giling mencapai Rp 80-100 ribu per kilonya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kenaikan debit air di sejumlah wilayah Sumatera Selatan memicu kelangkaan pasokan ikan gabus yang menyebabkan harga ikan gabus giling di Pasar 7 Ulu Palembang melonjak drastis mencapai Rp100.000 per kilogram. 

Kondisi ini memaksa para pedagang menaikkan harga jual akibat sulitnya nelayan menangkap ikan, bahkan membuat sejumlah kios terpaksa tutup karena tidak mendapatkan stok.

Salah seorang pedagang, Amin mengatakan, mahalnya harga daging ikan giling disebabkan sulitnya bahan baku didapatkan dari nelayan. 

Sebab kondisi air sungai sedang naik, sehingga nelayan kesulitan menangkap ikan gabus

"Ini saya hanya mengisi ke pelanggan yang kebetulan setiap hari ambil sama saya, " kata dia, Selasa (13/1/2026). 

Para pelanggan pun terpaksa mengurangi pembelian ikan giling gabus karena harganya melonjak. 

"Biasanya pelanggan saya 4 kg ambil ikan giling kini hanya 2 kg," kata dia. 

Amin mengaku mendapatkan ikan gabus dari Sungsang Banyuasin hingga SP Padang OKI. 

Sehingga lapak jualannya masih bisa buka untuk menjajakan ikan giling. 

Beberapa Kios Tutup

Sedangkan beberapa lapak pedagang ikan giling lainnya terlihat tutup. 

Tutupnya sejumlah pedagang karena tidak memiliki stok daging ikan giling yang akan dijual. 

"Kalau kita ambil sendiri ke OKI perlu ongkos sehingga kita terpaksa menaikan harga ikan gilingnya, kalau Rp 150 ribu per kilo siapa mau beli lagi," kata dia. 

Kondisi ini membuat sejumlah pedagang pempek beralih mencari pengganti ikan gabung ke ikan kakap super. 

Seperti yang dilakukan Maryam yang mengeluhkan harga ikan giling gabus. 

"Kita kecilin ukuran pempek tak mungkin karena harga ikan gabung mahal, ya akhirnya kita beralih ke kakap super," kata dia. 

Menurut dia, ikan kakap super tak jauh beda kualitasnya dengan ikan gabus

“Saya beli ikan kakap saja harga jualnya Rp 30 ribu jadi kita bisa ambil banyak buat jualan dirumah tanpa harus mengurangi rasa dan besarnya pempek,” tutupnya.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved