Berita Palembang
Puluhan Motor Mogok Massal karena Nekat Menerobos Banjir di Jalan Basuki Rahmat Palembang
Puluhan sepeda motor mengalami mogok massal akibat nekat menerobos banjir di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Palembang, Selasa (21/4/2026).
Penulis: Angga | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Puluhan sepeda motor mogok setelah menerobos banjir setinggi 50 cm di depan gedung Ruang Guru, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Palembang, Selasa (21/4/2026).
- Warga mengeluhkan air yang tak kunjung surut meski hujan telah reda selama dua jam, diduga akibat tidak adanya lubang pembuangan air (drainase) yang memadai di lokasi tersebut.
- Personel Dishub dan warga sekitar turut membantu mendorong kendaraan serta membantu evakuasi pengendara yang terjebak di tengah genangan.
Baca juga: Harga Karet Mingguan di OKI Tembus Rp17.000 per Kilogram, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026
SRIPOKU.CPOM, PALEMBANG - Puluhan sepeda motor mengalami mogok massal akibat nekat menerobos banjir di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa (21/4/2026) petang. Genangan air setinggi kurang lebih 50 sentimeter atau setengah ban kendaraan ini memaksa para pengendara menepi dan memperbaiki kendaraannya di bahu jalan.
Pantauan di lokasi, tepatnya di depan gedung Ruang Guru, genangan air masih cukup dalam meski hujan telah reda sejak dua jam sebelumnya.
Ketinggian air yang tidak kunjung surut membuat komponen mesin, terutama busi dan knalpot sepeda motor, rentan kemasukan air jika dipaksakan melintas.
Erlan, salah satu pengendara yang menjadi korban, mengaku tidak menduga kedalaman air akan merusak mesin motornya.
"Tadi saya kira airnya tidak akan masuk ke mesin. Tapi saat ada mobil lewat, ombaknya langsung menerjang dan motor saya seketika mati. Sudah setengah jam menunggu, mesinnya belum mau hidup juga karena businya masih basah," ujar Erlan di lokasi, Selasa (21/4/2026).
Kondisi serupa dialami oleh Fitrah, warga yang kerap melintasi jalur tersebut. Ia menyesalkan buruknya sistem drainase di kawasan Basuki Rachmat yang dinilai lambat mengalirkan air.
"Hujan sudah berhenti dua jam lalu, tapi banjirnya masih sedalam ini. Di sini sepertinya tidak ada lubang drainase yang memadai, jadi airnya hanya menggenang. Sudah puluhan motor tadi yang saya lihat mogok di sini," keluh Fitrah sembari menguras air dari knalpot motornya.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah personel Dinas Perhubungan (Dishub) dibantu masyarakat sekitar tampak sigap membantu para pengendara.
Mereka membantu mendorong motor yang terjebak di tengah genangan dan memberikan bantuan teknis ringan bagi pengendara yang berusaha menghidupkan kembali mesinnya.
Warga dan pengendara mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk segera mengevaluasi dan membangun sistem drainase di Jalan Jenderal Basuki Rachmat agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras melanda.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Palembang Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Jalan Protokol Terendam Banjir dan Macet Parah
| Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 Sukses Digelar, Dua Daerah Absen Tanpa Keterangan |
|
|---|
| Hilal Tidak Terlihat di Palembang, Lebaran Iduladha Diperkirakan Jatuh Pada Tanggal 27 Mei 2026 |
|
|---|
| Walikota Ratu Dewa Tertibkan Jukir CFN Atmo, Wajib Pakai Atribut Resmi Tarif Parkir Rp1.000 |
|
|---|
| Fashion Show hingga Demo Masak Pindang Ramaikan Festival Sriwijaya 2026 di Dekranasda Jakabaring |
|
|---|
| Pekan Keempat Pelaksanaan Car Free Day Palembang, Antusias Wong Kito Makin Membludak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Dorong-motor-di-tengah-banjir.jpg)