Harga Karet Naik

Harga Karet Mingguan di OKI Tembus Rp17.000 per Kilogram, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026

Di Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI, saat ini getah karet mingguan dihargai di kisaran Rp15.500 hingga Rp17.000 per kilogram.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
SADAP KARET - Seorang petani tengah menyadap pohon karet untuk mengambil getahnya. Saat ini harga karet mingguan di Kecamatan mesuji Raya Kabupaten OKI tembus Rp17.000 per kilogram. 

 

Ringkasan Berita:
  • Harga karet di tingkat petani Kabupaten OKI mencapai puncaknya di tahun 2026 dengan menembus angka Rp17.000 per kilogram pada akhir April.
  • Meski harga meroket, produktivitas petani menurun akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan getah hasil sadapan sering hanyut terbawa air.
  • Masyarakat berharap harga terus menguat hingga Rp20.000 per kg guna mengimbangi kenaikan harga bahan pokok dan memenuhi kebutuhan jelang hari raya.

 


SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Memasuki akhir April 2026, harga jual getah karet di tingkat petani Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus merangkak naik. Tren positif ini memberikan harapan baru bagi ekonomi warga setempat, di mana harga karet mingguan kini menyentuh level tertinggi sepanjang tahun 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan harga bervariasi di setiap wilayah, namun grafik secara keseluruhan menunjukkan tren meningkat.

Di Kecamatan Mesuji Raya, misalnya, getah karet mingguan kini dihargai di kisaran Rp15.500 hingga Rp17.000 per kilogram.

Refa, salah seorang petani karet setempat, mengungkapkan bahwa harga tersebut berlaku untuk hasil sadapan dengan durasi di atas dua minggu (karet mingguan/bulanan).

"Alhamdulillah, harga terus naik selama bulan April ini. Sekarang sudah hampir menyentuh Rp 15.500 sampai Rp 17.000 per kilogram," ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).

Meski harga sedang "manis", para petani masih menghadapi kendala cuaca.

Tingginya intensitas hujan di wilayah OKI belakangan ini seringkali menghambat aktivitas menyadap (nderes).

Hujan deras yang turun mendadak membuat getah sering hanyut terbawa air sebelum sempat membeku di mangkuk sadap.

"Harganya naik, tapi hasilnya berkurang jauh karena hujan. Biasanya lancar, sekarang dari satu hektare lahan saya hanya dapat sekitar 100 kilogram per dua minggu panen," keluh Refa.

Senada dengan Refa, Sarwono, petani lainnya, membenarkan bahwa harga dari tangan tengkulak saat ini merupakan yang terbaik di tahun ini.

Menurutnya, harga Rp17.000 per kilogram adalah pencapaian tertinggi yang dirasakan petani sejauh ini.

"Di tempat kami sudah tembus Rp17.000 per kilo. Ini harga tertinggi selama tahun 2026. Harapan kami tren ini terus naik, kalau bisa sampai Rp20.000 agar bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dan persiapan lebaran nanti," tutur Sarwono.

Bagi ribuan petani di OKI, komoditas karet adalah tulang punggung ekonomi utama.

Mereka berharap stabilitas harga ini tetap terjaga di tengah melambungnya harga sembako di pasaran. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News. 


Baca juga: Warga Kenten Laut Protes Krisis Air Bersih, Pasang Spanduk Selamat Datang di Kawasan Sulit Air

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved