Berita Palembang
Harga BBM Nonsubsidi Melejit, Gubernur Herman Deru Imbau Instansi Terapkan WFH dan Efisiensi Energi
Gubernur Sumsel Herman Deru menyarankan instansi maupun masyarakat untuk melakukan efisiensi penggunaan energi secara kreatif.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Gubernur Herman Deru mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang tetap mempertahankan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia.
- Menghadapi naiknya biaya operasional akibat BBM nonsubsidi, Gubernur menyarankan efisiensi energi melalui sistem kerja WFH/WFA dan membatasi perjalanan tidak produktif.
- Meski biaya produksi diprediksi meningkat, sektor industri di Sumatera Selatan dinilai masih mampu bertahan menghadapi fluktuasi pasar energi global.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan respons terkait lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai memicu kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan di Kantor OJK Sumsel Babel, Selasa (21/4/2026).
Herman Deru menegaskan bahwa pemerintah pusat telah berupaya maksimal dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah tekanan geopolitik global yang tidak menentu.
"Pemerintah sudah berupaya keras menstabilkan pasokan dan distribusi minyak serta gas. Kita patut berterima kasih karena BBM bersubsidi tetap dijaga dan tidak naik harganya," ujar Deru.
Meski demikian, orang nomor satu di Sumsel ini tidak menampik bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi membawa konsekuensi logis bagi sektor transportasi dan operasional perusahaan.
Ia mengakui hal tersebut berpotensi mengerek biaya operasional yang berujung pada kenaikan harga barang dan jasa di pasaran.
Dorong Penerapan WFH sebagai Solusi Efisiensi
Sebagai langkah konkret mengantisipasi beban biaya transportasi yang membengkak, Gubernur Herman Deru menyarankan instansi maupun masyarakat untuk melakukan efisiensi penggunaan energi secara kreatif.
"Kita harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada. Saya menyarankan penerapan sistem kerja yang fleksibel, seperti Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA), serta membatasi perjalanan yang sekiranya tidak produktif," imbuhnya.
Kondisi Industri di Sumatera Selatan
Mengenai dampaknya terhadap sektor industri di Sumatera Selatan, Deru menilai sejauh ini para pelaku usaha masih menunjukkan ketahanan (resiliensi) yang cukup baik meskipun biaya produksi mulai terkerek naik.
"Memang ada pengaruh terhadap biaya produksi, tapi kita berharap fluktuasi harga energi ini tetap berpihak pada keberlangsungan industri agar tidak terlalu membebani roda perekonomian daerah," pungkasnya.
Pernyataan Gubernur ini diharapkan dapat menenangkan pelaku usaha sekaligus menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengelola pengeluaran rumah tangga di tengah tantangan ekonomi global saat ini.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Kecelakaan di Banyuasin, Dua Truk Terguling Akibat Jalan Rusak, Lalu Lintas Macet Berjam-jam
| Bangun Karakter Karyawan, Pegadaian Kanwil III Palembang Hadirkan Koh Dennis Lim di Pengajian Rutin |
|
|---|
| Hujan Deras Satu Jam, Inilah 2 Titik 'Langganan' Banjir di Palembang yang Tergenang dan Macet Parah |
|
|---|
| Puluhan Motor Mogok Massal karena Nekat Menerobos Banjir di Jalan Basuki Rahmat Palembang |
|
|---|
| Palembang Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Jalan Protokol Terendam Banjir dan Macet Parah |
|
|---|
| Hujan Deras Disertai Angin Kencang Cuma Hitungan Menit, Jalan Sudirman Palembang Tergenang dan Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Gubernur-Kenaikan-BBM.jpg)