Jelajah Kopi Sumsel
Program Jelajah Kopi 'Bedah' Alasan Kopi Sumsel Bisa Mendunia, dari Diproduksi Hingga Diekspor
Lewat peran program Jelajah Kopi Sumsel, terkuak alasan mengapa biji kopi Sumsel bisa menjangkau penikmat kopi dari berbagai belahan negara.
Penulis: Hartati | Editor: Refly Permana
Penyebaran area perkebunan kopi di Sumatera Selatan meliputi wilayah OKU Selatan, Lahat, Empat Lawang, Musi Rawas, Muara Enim, dan OKU dan Pagaralam sehingga daerah penghasilan kopi bertambah Juah dari semula hanya lima daerah menjadi tujuh daerah saat ini.
Amiruddin berharap sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk KADIN, serta berbagai organisasi dan komunitas kopi, menjadi sangat penting.
Dia menyebut Sumsel memiliki banyak organisasi yang aktif dalam pengembangan kopi, antara lain Dewan Kopi Indonesia, DPD Asosiasi Kopi Indonesia Sumatera Selatan, serta Komunitas Kopi Sriwijaya.
Sebagaimana pada sektor lainnya, kerja sama yang kuat, terutama dalam uji mutu, komitmen terhadap ketersediaan, dan peningkatan kapasitas sangat diperlukan untuk mewujudkan pengembangan kopi yang berkelanjutan.
"Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan komitmen untuk menjaga arah pembangunan daerah, serta bersama-sama meningkatkan kualitas setiap layanan dan kegiatan di sektor perkopian.
Upaya ini kita lakukan agar kopi Sumatera Selatan tidak hanya tetap diminati, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar global.
Dengan demikian, seluruh hasil dan rangkaian kegiatan ini dapat memberi manfaat besar serta mendorong perkembangan bagi kita semua," katanya.
Ketua Umum Kadin Sumsel, Affandi Udji, mengatakan beragam upaya dilakukan KADIN mendukung dan mendorong kopi Sumsel dikenal luas hingga pasar global mulai dari pelatihan, membantu pengusaha membuat surat izin usaha hingga mendorong ekspor kopi juga pemecahan rekor MURI minum kopi serentak di tepi sungai di seluruh Sumsel.
Baca juga: 5 Provinsi Produksi Kopi Terbesar di Indonesia, Sumsel Tertinggi
Sementara itu Bupati Muara Enim Edison dan Bupati OKU Selatan H Teddy Meilwansyah menyampaikan potensi kopi yang dihasilkan dari daerahnya masing-masing dan potensi alam lainnya yang besar sekali jumlahnya.
Produksi kopi dari kedua daerah itu akan terus dikembangkan agar bukan hanya petani saja yang semakin sejahtera tapi juga berimbas pada semakin dikenalnya koo asli Sumsel hingga mendunia.
Sementara itu Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan Rahmadi Murwanto memaparkan sejumlah peluang pembiayaan yang disiapkan pemerintah untuk mendukung ekosistem kopi di Sumsel berupa pembiayaan alat mesin pertanian dengan bunga ringan.
Hal ini bisa jadi solusi menggarap kopi lebih serius dan maksimal dan pemda bisa membantu memberikan fasilitas pembiayaan yang bunga ditanggung pemda.
Tidak lupa juga OJK memapar perannya mendukung kopi Sumsel mendunia.
Talkshow ditutup dengan pemberian penghargaan kepada semua pihak yang terlibat mendukung kemajuan promosi kopi Sumsel.
| Melihat Ondernemeng Mesin Kopi Peninggalan Belanda di OKUS, Bukti Kopi Sumsel Dicintai Sejak Dulu |
|
|---|
| Di Balik Aroma Kopi Empat Lawang: Kisah Febriansyah, Sang Tunggu Agan yang Hidup di Ladang Kopi |
|
|---|
| Kopi Raden Kuning Berpotensi Mendunia, Pagar Alam Rencanakan Produksi Kopi Arabika Yellow |
|
|---|
| Mengenal Tunggu Tubang, Tradisi Adat yang Menjaga Warisan Kopi Arabika Semendo Sumsel |
|
|---|
| Herman Deru Harapkan Kopi Sumsel Jadi Kebanggaan dan Mendunia, Lepas Tim Jelajah Kopi Sumsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jelajahkopisumselsukses.jpg)