Bus Terbakar di Muratara
Bobby Nasution Semprot Manajemen Bus ALS, Data Penumpang Beda dengan Korban Tewas di Muratara
Bobby Nasution sentil PO ALS soal beda data manifest penumpang bus maut di Sumsel. Jasa Raharja sulit cairkan santunan bagi 16 korban meninggal dunia.
Ringkasan Berita:
- Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengkritik keras manajemen PT ALS atas ketidaksesuaian data penumpang dalam kecelakaan maut di Muratara yang menghambat penyaluran santunan Jasa Raharja.
- Perbedaan antara data manifest dan jumlah korban membuat proses verifikasi identitas berjalan lambat.
- Pemerintah daerah menegaskan pentingnya pendataan penumpang yang akurat sebagai syarat utama perlindungan asuransi dan evaluasi keselamatan transportasi umum.
SRIPOKU.COM - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melayangkan kritik tajam kepada manajemen PT Antar Lintas Sumatera (ALS).
Hal ini terkait ketidakakuratan data penumpang pada armada bus yang terlibat kecelakaan maut di Muratara, Sumatera Selatan baru-baru ini.
Bobby menyentil pihak PO ALS karena adanya perbedaan signifikan antara data manifest penumpang yang terdaftar dengan jumlah korban yang ditemukan di lokasi kejadian.
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Bus Oleng Saat Hindari Jalan Rusak
Hal ini dinilai menghambat proses administrasi krusial bagi para korban.
"Kesulitan itu yang kalian buat sendiri," tegas Bobby saat bertemu langsung dengan jajaran Direksi ALS, Kamis (7/5/2026).
Hambat Penyaluran Santunan Jasa Raharja
Ketidaksesuaian data ini berdampak langsung pada proses pemberian hak bagi para korban.
Perbedaan data di lapangan membuat pihak Jasa Raharja harus bekerja ekstra keras untuk memverifikasi identitas korban guna penyaluran santunan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jasa Raharja Sumut, Naswen Andenurdin, turut mendesak manajemen PO ALS agar segera melengkapi dan memperketat pendataan penumpang di setiap keberangkatan.
Menurut Naswen, data penumpang yang valid adalah syarat mutlak agar santunan kecelakaan dapat diproses dengan cepat dan tepat sasaran kepada ahli waris.
"Tanpa data penumpang yang jelas, kami menghadapi kendala teknis dalam memberikan santunan.
Kami minta kerja sama penuh dari pihak PO," ujar Naswen.
Update Korban Kecelakaan Maut
Kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan sebuah truk tangki BBM ini menjadi sorotan publik setelah merenggut banyak nyawa.
Kejadian tragis yang berlangsung di wilayah Sumatera Selatan tersebut mengakibatkan belasan orang kehilangan nyawa di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan terbaru, total korban meninggal dunia mencapai 16 orang.
Rinciannya terdiri dari 14 orang penumpang bus ALS, serta sopir dan kernet truk tangki BBM.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta seluruh perusahaan otobus (PO) untuk menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi besar-besaran, terutama dalam hal ketertiban administrasi manifest penumpang demi menjamin perlindungan asuransi bagi pengguna jasa transportasi umum.***
| Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Bus Oleng Saat Hindari Jalan Rusak |
|
|---|
| Kondisi Terkini Korban Selamat Bus ALS di Rumah Sakit Rupit, 1 Korban Jalani Operasi |
|
|---|
| Fakta Baru Bus Terbakar di Muratara, Bawa Muatan 'Terlarang' Hingga Izin Angkutan Sudah Kedaluwarsa |
|
|---|
| Kernet Bus ALS Pilih Berhenti Kerja dan Fokus Menikah Pasca Kecelakaan Maut di Muratara |
|
|---|
| 16 Nyawa Melayang, BPTD Sebut Izin Angkutan Bus ALS yang Terbakar di Muratara Sudah Kedaluwarsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bobby-Nasution-Sentil-PO-ALS.jpg)