MBG di Palembang
Rahasia Dapur MBG Polda Sumsel, Didinginkan Tempat Khusus hingga Air Diperiksa di Laboratorium
Di Sumatera Selatan, Polda Sumsel mengambil peran langsung dalam mengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuntut lebih dari sekadar makanan yang lezat, ia juga menuntut standar kebersihan dan keamanan pangan tertinggi.
Di Sumatera Selatan, Polda Sumsel mengambil peran langsung dalam mengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Polda Sumsel menjamin setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi, telah melalui prosedur ketat untuk memastikan higienitas dan kelayakan gizi bagi 3.492 siswa-siswi penerima manfaat di wilayah Palembang dan sekitarnya.
Polda Sumsel mengelola empat Dapur SPPG, dengan satu lokasi utama di Komplek Pakri, Palembang, dan tiga lainnya tersebar di wilayah Polres OKI, Ogan Ilir, dan Lubuklinggau.
Menurut AKBP M Idram Suhairi, Asesor Pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel, kunci utama higienitas adalah manajemen waktu yang sangat ketat.
Tujuannya adalah memastikan waktu dari makanan selesai dimasak hingga diterima oleh siswa tidak melebihi 6 jam.
"Tim yang mengolah bahan baku bekerja dari jam 4 sore sampai jam 1 malam," jelas AKBP Idram, Jumat (3/10/2025).
"Kemudian dilanjutkan oleh tim yang memasak makanan mulai pukul 3 dinihari sampai pukul 6 pagi." lanjutnya.
Proses memasak yang dimulai dini hari ini diperhitungkan agar makanan tetap fresh saat didistribusikan.
Setelah selesai dimasak, makanan tidak langsung dipindahkan ke tempat makan (ompreng), tetapi didinginkan terlebih dulu di tempat khusus.
"Selesai masak pun, tidak langsung diletakkan di ompreng, melainkan didinginkan terlebih dulu di tempat khusus agar tutup ompreng tidak terkontaminasi ketika uap makanan menempel. Sebab, uap juga berpotensi memicu makanan cepat rusak," terangnya.
Distribusi pun dibagi berdasarkan jenjang usia, siswa kelas 1 SD sampai 3 SD didistribusikan lebih cepat, diikuti oleh siswa kelas 4 SD sampai SMA.
Untuk menjaga kualitas, Polda Sumsel hanya mengambil bahan dari supplier yang terpercaya. Higienitas juga dipastikan melalui desain dapur dan pelatihan SDM.
AKBP Idram menjelaskan bahwa dapur SPPG dibangun dengan standar tinggi, lantai menggunakan epoxy, yang mudah dibersihkan dan meminimalkan debu dan bakteri.
Dapur didesain tanpa terlalu banyak jendela agar udara atau benda asing dari luar tidak mengkontaminasi bahan makanan.
| Ombudsman Sidak MBG di Sekolah Palembang, Menu Minim dan Distribusi Tak Optimal Selama Bulan Puasa |
|
|---|
| MBG di Palembang Tetap Dibagikan Selama Bulan Puasa, Dalam Bentuk Paket Makanan Sehat |
|
|---|
| KPPG Palembang Jelaskan Rincian Anggaran Rp15 Ribu Program Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Danlanud Sri Mulyono Herlambang Resmikan Dapur 03 SPPG Palembang, Layani 510 Penerima Manfaat |
|
|---|
| Evaluasi Setahun Program MBG di Palembang, Guru SDN 21 Ungkap Siswa Jarang Absen Kalau Menunya Enak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/MBG-polda-Sumsel1.jpg)