MBG di Palembang

Rahasia Dapur MBG Polda Sumsel, Didinginkan Tempat Khusus hingga Air Diperiksa di Laboratorium

Di Sumatera Selatan, Polda Sumsel mengambil peran langsung dalam mengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

SRIPOKU.COM / Rachmad Kurniawan
SPPG POLDA - Asessor pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel, AKBP M Idram Suhairi menjelaskan tentang standar dan proses pengolahan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG yang dikelola, Jumat (3/10/2025). Jam masak dan higienis peralatan hingga tempat diperhatikan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuntut lebih dari sekadar makanan yang lezat, ia juga menuntut standar kebersihan dan keamanan pangan tertinggi.

Di Sumatera Selatan, Polda Sumsel mengambil peran langsung dalam mengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Polda Sumsel menjamin setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi, telah melalui prosedur ketat untuk memastikan higienitas dan kelayakan gizi bagi 3.492 siswa-siswi penerima manfaat di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Polda Sumsel mengelola empat Dapur SPPG, dengan satu lokasi utama di Komplek Pakri, Palembang, dan tiga lainnya tersebar di wilayah Polres OKI, Ogan Ilir, dan Lubuklinggau.

Menurut AKBP M Idram Suhairi, Asesor Pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel, kunci utama higienitas adalah manajemen waktu yang sangat ketat.

Tujuannya adalah memastikan waktu dari makanan selesai dimasak hingga diterima oleh siswa tidak melebihi 6 jam.

"Tim yang mengolah bahan baku bekerja dari jam 4 sore sampai jam 1 malam," jelas AKBP Idram, Jumat (3/10/2025).

"Kemudian dilanjutkan oleh tim yang memasak makanan mulai pukul 3 dinihari sampai pukul 6 pagi." lanjutnya. 

Proses memasak yang dimulai dini hari ini diperhitungkan agar makanan tetap fresh saat didistribusikan.

Setelah selesai dimasak, makanan tidak langsung dipindahkan ke tempat makan (ompreng), tetapi didinginkan terlebih dulu di tempat khusus.

"Selesai masak pun, tidak langsung diletakkan di ompreng, melainkan didinginkan terlebih dulu di tempat khusus agar tutup ompreng tidak terkontaminasi ketika uap makanan menempel. Sebab, uap juga berpotensi memicu makanan cepat rusak," terangnya.

Distribusi pun dibagi berdasarkan jenjang usia, siswa kelas 1 SD sampai 3 SD didistribusikan lebih cepat, diikuti oleh siswa kelas 4 SD sampai SMA.

Untuk menjaga kualitas, Polda Sumsel hanya mengambil bahan dari supplier yang terpercaya. Higienitas juga dipastikan melalui desain dapur dan pelatihan SDM.

AKBP Idram menjelaskan bahwa dapur SPPG dibangun dengan standar tinggi, lantai menggunakan epoxy, yang mudah dibersihkan dan meminimalkan debu dan bakteri.

Dapur didesain tanpa terlalu banyak jendela agar udara atau benda asing dari luar tidak mengkontaminasi bahan makanan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved