Breaking News

MBG di Palembang

Kisah Tri Yulia Rizki Dirikan Dapur MBG di Palembang, Berawal dari Tekad Turunkan Angka Stunting 

Dapur MBG miliknya di Palembang resmi beroperasi sejak 6 Januari 2025.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Handout
MBG - Tri Yulia Rizki Ananda membangun dapur MBG demi tekan angka stunting di Sumsel. 

 

Ringkasan Berita:
  • Tri Yulia Rizki Ananda membangun dapur sehat yang tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masa depan anak-anak. 
  • Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi gizi anak yang belum merata.
  • Tri Yulia memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang layak.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, Tri Yulia Rizki Ananda membangun dapur sehat yang tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masa depan anak-anak.

Dapur MBG miliknya di Palembang resmi beroperasi sejak 6 Januari 2025.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi gizi anak yang belum merata, Tri Yulia memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang layak.

“Motivasi awal kami adalah masih adanya stunting. Kami ingin meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menurunkan angka stunting di Sumatera Selatan,” ujar Tri Yulia, pelopor MBG di Sumsel, Senin (20/4/2026).

Namun, membangun gerakan sosial berbasis pangan bukan perkara mudah. Tantangan terbesar justru datang dari masyarakat, terutama dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi.

“Di lapangan, yang paling sulit adalah bagaimana masyarakat bisa menerima dan mau bekerja sama dengan program ini,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Tri Yulia tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada kualitas dan keamanan.

Ia memastikan setiap relawan mendapatkan pelatihan khusus, mulai dari penanganan makanan, sertifikasi higienis, hingga standar halal.

Dengan bekal tersebut, dapur MBG tidak sekadar memasak, tetapi juga menjaga standar kesehatan agar makanan tetap steril hingga sampai ke tangan penerima manfaat.

Dampak program ini mulai terasa. Anak-anak penerima manfaat menunjukkan perubahan positif, seperti meningkatnya semangat belajar dan kehadiran yang lebih rutin di sekolah.

Di sisi lain, dapur MBG juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sehingga turut membantu mengurangi pengangguran.

“Manfaat nyata MBG bagi anak-anak adalah mereka menjadi lebih rajin ke sekolah, dan masyarakat sekitar yang sebelumnya menganggur kini dapat bekerja,” katanya.

Tri Yulia berharap program ini tidak berhenti sebagai gerakan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas generasi muda di Sumatera Selatan.

“Harapan kami sederhana, program ini bisa terus berjalan dan memberi dampak nyata, agar anak-anak kita tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved