Harga Ayam dan Telur di Sumsel Naik, Ini Penyebabnya
Harga ayam dan telur di Sumsel mengalami kenaikan, meski masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM -- Harga ayam dan telur di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kenaikan, meski masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dan kendala pada pasokan bibit serta cuaca.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi, menyatakan kenaikan harga ini disebabkan oleh banyaknya acara seperti peringatan Maulid Nabi dan hajatan.
Menurutnya, harga ayam saat ini mencapai Rp 37.000 per kg dan telur Rp 27.000 per kg, masih di bawah HAP yang ditetapkan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Sumsel, Ismaidi Chaniago, menjelaskan bahwa kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh keterbatasan bibit anak ayam (DOC) dan kondisi cuaca yang membuat banyak ayam sakit.
Hal ini menyebabkan pertumbuhan ayam tidak merata, sehingga ukurannya cenderung kecil.
Meskipun demikian, Ismaidi menyebut produksi ayam dan telur di Sumsel tergolong melimpah, dengan 150 peternakan yang mampu memproduksi 350 ribu ekor ayam broiler dan 350 ton telur setiap hari.
Produksi ini bahkan dikirim ke luar Sumsel.
Sebagai alternatif, Ismaidi menyarankan masyarakat untuk membeli ayam frozen yang dianggap lebih stabil harganya dan memiliki ketersediaan yang pasti.
| Diduga Ada 'Permainan' Penyebab Harga Ayam dan Telur Melonjak di Palembang |
|
|---|
| Harga Telur di Lubuklinggau Turun Jelang Tahun Baru 2026, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Harga Daging Ayam dan Telur di OKI Tinggi, Permintaan Melonjak Jelang Akhir Tahun |
|
|---|
| Harga Telur Ayam Ras di Lubuklinggau Naik Drastis, Tembus Rp58 Ribu per Karpet |
|
|---|
| Harga Telur Ayam Ras di Musi Rawas Naik Jadi Rp56.000 per Karpet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Harga-sembako-di-Pasar-Sekip-Ujung.jpg)