Berita OKI

Harga Daging Ayam dan Telur di OKI Tinggi, Permintaan Melonjak Jelang Akhir Tahun

Permintaan akan daging ayam dan telur ayam di Kabupaten Ogan Komering Ilir melonjak drastis jelang pergantian tahun.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
PASAR TRADISIONAL KAYUAGUNG - Suasana Pasar Tradisional Kayuagung OKI. Saat ini haga daging ayam dan telur ayam di pasar tradisional kayuagung bertahan tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Jelang pergantian tahun, permintaan akan daging ayam dan telur ayam ikut melonjak sehingga harga kedua bahan kebutuhan pokok ini ikut tinggi.
  • Dinas Perdagangan OKI mencatat sudah beberapa bulan terakhir ini harga daging ayam dan telur ayam di OKI tinggi mencapai Rp 38 ribu untuk daging ayam dan Rp 29.000 untuk telur ayam per kilogram.
  • Hal ini disebabkan, selain permintaan tinggi jelang ganti tahun, juga usaha kuliner, katering dan permintaan dari program MBG. 

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Permintaan akan daging ayam dan telur ayam di Kabupaten Ogan Komering Ilir melonjak drastis jelang pergantian tahun.

Lonjakan permintaan tersebut membuat harga kebutuhan daging ayam dan telur ayam ini juga ikut tinggi di Pasar Tradisional.

Seperti di pasar tradisional Kayuagung harga daging ayam dan telur ayam masih bertahan tinggi seiring meningkatnya permintaan dari rumah tangga hingga pelaku usaha.

Dikatakan Sekretaris Dinas Perdagangan, Septariadi kenaikan harga tersebut bukan terjadi secara mendadak, melainkan berlangsung bertahap dalam beberapa bulan terakhir akibat tingginya permintaan pasar.

"Memang sudah berbulan-bulan harga daging ayam dan telur berada di level tinggi. Hal ini dipicu oleh permintaan pembeli yang terus meningkat," ujar Septa pada Selasa (16/12/2025) siang. 

Menurutnya, kenaikan harga telah terjadi secara bertahap seiring meningkatnya permintaan, sehingga tak menimbulkan lonjakan harga secara tiba-tiba di pasar.

"Kondisi di lapangan naik perlahan, mengikuti kebutuhan masyarakat. Bukan kenaikan yang mendadak atau ekstrem," paparnya.

Septa menjelaskan, tingginya harga daging ayam dan telur tidak terlepas dari pola konsumsi musiman yang selalu meningkat menjelang tutup tahun. 

Momentum natal dan tahun baru mendorong lonjakan kebutuhan pangan, terutama bahan makanan utama yang banyak digunakan berbagai kegiatan.

"Menjelang akhir tahun, permintaan daging ayam dan telur hampir selalu naik. Selain perayaan Natal, banyak juga kebutuhan besar seperti hajatan pernikahan yang ikut mendongkrak konsumsi," terangnya.

Sementara itu, Juju pedagang ayam di pasar Kayuagung menuturkan bahwa selain permintaan yang tinggi, faktor produksi juga berpengaruh terhadap harga.

Dalam beberapa bulan terakhir, produksi ayam dan telur dirasa kurang memenuhi permintaan.

"Saat ini, daging ayam dijual sekitar Rp38 ribu per kilogram, sementara telur ayam tembus Rp29 ribu per kilogram,"katanya. 

Komoditas ini menjadi kebutuhan utama, tidak hanya untuk konsumsi harian masyarakat, tetapi juga untuk usaha kuliner, katering, dan hajatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved