Berita Palembang

Seorang Pengunjung Diskotik DA Palembang Meninggal, Viral Beredar Karena Overdosis, Ini Penyebabnya

Kepastian tersebut disampaikan keluarga korban kepada Sripoku.com untuk meluruskan kabar yang beredar luas di media sosial

Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com
DISKOTIK DA : Diskotik Darma Agung (DA) Club 41 Palembang yang berlokasi di Jalan Kol H Barlian KM 9 Palembang. 
Ringkasan Berita:
  • Pria yang meninggal di DA Club 41 Palembang dipastikan bukan akibat overdosis, melainkan karena penyakit jantung.
  • Korban sempat mengeluh sesak napas dan nyeri dada sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
  • Pihak keluarga dan manajemen klub meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi hoaks.
 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Informasi viral di media sosial yang menyebutkan seorang pria meninggal dunia akibat overdosis di Diskotik Darma Agung (DA) Club 41 Palembang dipastikan tidak benar.

Pihak keluarga korban menegaskan bahwa korban meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.

Kepastian tersebut disampaikan keluarga korban kepada Sripoku.com untuk meluruskan kabar yang beredar luas di media sosial dan pesan berantai.

Peristiwa bermula saat korban datang ke DA Club 41 Palembang bersama seorang rekan wanitanya.

Berdasarkan rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi, aktivitas korban di lokasi hiburan tersebut awalnya berjalan normal.

Namun, beberapa jam kemudian korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat disertai nyeri di bagian dada.

Melihat kondisi korban yang semakin memburuk, petugas keamanan (security) DA Club 41 segera memberikan pertolongan pertama.

Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Myria untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Istri korban yang turut mendampingi di rumah sakit membantah keras isu overdosis narkoba.

Ia menegaskan bahwa suaminya memiliki riwayat penyakit jantung kronis.

“Suami saya memang sudah lama menderita sakit jantung. Bahkan jantungnya sudah dipasang ring,” ungkap istri korban kepada petugas.

Pihak keluarga menyayangkan beredarnya informasi tidak benar yang berkembang di media sosial tanpa dasar fakta medis, karena dinilai menambah duka mendalam bagi keluarga.

Sementara itu, perwakilan manajemen Darma Agung Club 41, Yaperius, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban.

Ia juga menegaskan bahwa pihak manajemen telah menjalankan prosedur keselamatan dan keamanan sesuai standar.

“Kami telah membantu proses evakuasi korban secepat mungkin ke rumah sakit. Kami berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks yang dapat memperburuk kondisi psikologis keluarga korban,” ujar Yaperius.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved