Breaking News

Berita Lubuklinggau

Harga Telur di Lubuklinggau Turun Jelang Tahun Baru 2026, Ini Penyebabnya

Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, harga telur ayam ras di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami penurunan.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Abdul Hafiz Sripo
Sripoku.com/Eko Hepronis
HARGA TELUR TURUN - Menjelang Tahun Baru 2026, harga telur ayam ras di Kota Lubuklinggau Sumsel turun.Sebelumnya, harga telur ayam ras di Kota Lubuklinggau Rp 60 ribu per karpet, kini turun menjadi Rp 56 per karpet, Minggu (28/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Harga telur ayam ras di Kota Lubuklinggau turun dari Rp 60 ribu menjadi Rp 56 ribu per karpet menjelang Tahun Baru 2026
  • Penurunan harga terjadi karena permintaan masyarakat menurun sementara stok telur di agen melimpah.
  • Sebelumnya harga sempat naik akibat terganggunya pasokan dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara karena bencana alam.

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, harga telur ayam ras di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami penurunan. Setelah sempat menyentuh Rp 60 ribu per karpet, kini harga telur turun menjadi Rp 56 ribu per karpet.

Salah satu pedagang telur di Kota Lubuklinggau, Yos, mengatakan penurunan harga tersebut sudah terjadi sejak dua hari terakhir.

“Sekarang harga telur turun. Kemarin sempat Rp 60 ribu per karpet, sekarang sudah Rp 56 ribu,” ujar Yos saat dihubungi, Minggu (28/12/2025).

Menurut Yos, penurunan harga dipicu oleh melemahnya permintaan masyarakat, sementara stok telur di tingkat agen terbilang melimpah.

“Stok banyak, tapi permintaan turun. Mungkin karena banyak warga yang liburan, jadi konsumsi telur juga berkurang,” jelasnya.

Sebelumnya, harga telur ayam ras di Lubuklinggau sempat mengalami kenaikan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, Meidholine, mengungkapkan bahwa harga telur beberapa hari lalu berada di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per karpet, naik dari harga normal Rp 56 ribu.

Kenaikan tersebut, kata Meidholine, disebabkan terganggunya pasokan telur dari daerah pemasok utama seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara akibat bencana alam.

“Transportasi terganggu sehingga pengiriman telur menjadi lebih lama dan berdampak pada harga di pasaran,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Disperindag telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian guna memaksimalkan pasokan dari peternak lokal. Namun, pasokan tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Selain telur, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayur-mayur, terutama cabai. Faktor cuaca yang tidak menentu disebut menjadi penyebab utama naiknya harga cabai.

Baca juga: Rekam Jejak Prestasi Penanganan Perkara dan Penghargaan Kombes Pol Dr Maruly Pardede SH SIK MH

Meski demikian, Meidholine memastikan harga ayam potong di Lubuklinggau masih relatif stabil.

“Alhamdulillah, harga ayam potong masih stabil di kisaran Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram,” pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved