9 Hari Koma Pasca Ditabrak Lari, Pegawai Pemkot Prabumulih Meninggal Dunia

Korban tabrak lari meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026) pukul 14.00 WIB setelah koma sembilan hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Edison Bastari | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/istimewa
TABRAK LARI - Pikap putih yang terekam CCTV rumah warga saat kabur dengan kecepatan tinggi usai menabrak Meysita beserta temannya di Jalan Sindur Kecamatan Cambai kota Prabumulih. Setelah sembilan hari koma, Meysita meninggal dunia pada Minggu (17/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pegawai Pemkot Prabumulih meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026) pukul 14.00 WIB setelah koma 9 hari akibat ditabrak lari.
  • Saat hendak berangkat kerja bersama temannya, pikap dari arah Jalan Lingkar Timur menabrak kendaraan mereka dari belakang.
  • Hingga kini pengemudi pikap berstatus buronan polisi.

 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Meysita A.Md. meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari pengemudi pikap di Jalan Sindur, Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, pada Jumat (8/5/2026).

Pegawai di Pemkot Prabumulih itu sempat koma selama sembilan hari di rumah sakit.

Hingga kini, pengemudi pikap masih berstatus buronan polisi.

Peristiwa kecelakaan yang dialami ibu satu anak ini terjadi ketika dirinya bersama temannya hendak berangkat bekerja di gedung Pemerintah Kota Prabumulih pada Jumat (8/5/2026). 

Baca juga: Sopir Tabrak Lari Pelajar di Sumsel Gagal Kelabui Polisi, Padahal Sudah Lepas Stiker dan Lampu

Saat melintas di lokasi kejadian, pikap yang melaju dari arah Jalan Lingkar Timur diduga menabrak kendaraan dari belakang sehingga kedua pegawai itu terkapar di jalan.

Mobil pikap putih yang mengetahui telah menabrak tidak menghentikan kendaraan, melainkan justru memacu kecepatan ke arah Pemkot Prabumulih

Kendaraan yang melakukan tabrak lari tersebut sempat terekam kamera CCTV warga melaju ke arah Pemkot dengan kecepatan tinggi.

Saat kejadian, kedua korban sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih.

Namun karena luka yang parah dan korban koma, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Korban sempat koma selama 9 hari. Namun, sebelum sempat sadar, Meysita mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (16/5/2026) pukul 14.00 WIB.

Kasus ini ramai di media sosial. Akun-akun media sosial membagikan video mobil pikap yang kabur usai melakukan penabrakan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di PALI, Mobil Trailer Pengangkut Kayu Tabrak Lari, Satu Pelajar SMP Meninggal

"Untuk semua pihak, bagi yang mengenali dan mengetahui ciri-ciri mobil pikap dalam video ini, ataupun melihat langsung kejadian ini dan mengenali pengemudinya, silakan hubungi kepolisian terdekat atau pihak keluarga korban," tulis sejumlah akun media sosial pada Minggu (17/5/2026).

Petugas Kepolisian Satlantas Polres Prabumulih juga mengimbau kepada pengemudi, pemilik kendaraan, maupun warga yang mengetahui kejadian untuk melapor kepada pihaknya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved