Pilkada Sumsel 2024

Pengamat Politik Sebut di Sumsel Ada Negatif Campaign

Pengamat Politik Universitas Sriwijaya Prof Dr Febrian SH sebut masih ada negatif campaign di Pilkada Sumsel 2024

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
Tribunnews.com
Pengamat Politik Universitas Sriwijaya Prof Dr Febrian SH sebut masih ada negatif campaign di Pilkada Sumsel 2024 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Saat pemilihan kepala daerah black campaign dan negatif campaign menjadi dua hal yang tak bisa dilepaskan.

Seperti halnya saat Pilkada 2024 ini menurut pengamat politik masih ada negatif campaign

"Kalau di Sumsel ini masih di pusaran negatif campaign, karena memang kalau black campaign secara aturannya tidak diperbolehkan atau dilarang," kata Pengamat Politik Universitas Sriwijaya.Prof Dr Febrian SH MH saat dikonfirmasi, Minggu (17/11/2024).

Menurutnya, untuk negatif campaign yang ada di Sumsel seperti mengekspos kekurangan atau kelemahan lawan.

Misal ketidak mampuan petahana dalam pembangunan saat masih menjabat dan itu disampaikan lawan secara berulang-ulang.

"Tujuan disampaikan hal tersebut tentunya dengan harapan bisa menurunkan elektabilitas lawan. Sama halnya di kabupaten/kota juga seperti itu, masih seputar negatif campaign," katanya.

Sebab, kalau black campaign dilarang dan ada undang-undangnya, bahkan juga ranahnya bisa undang-undang ITE.

Misalnya yang termasuk black campaign terkait suku, agama, ras dan adat atau yang dikenal SARA. 

"Untuk itu masyarakat harus memahami mana yang black campaign dan mana yang negatif campaign. Terlebih saya merasa sosialisasi dari penyelenggara masih kurang masif, harusnya dimasif kan lagi. Saya rasa masih ada waktu gencar sosialisasi," katanya.

Menurutnya, penyelenggara juga harus langsung terlibat, mau tidak mau harus menunjukkan tindakan yang baik dan jelas.

Begitu juga dengan Bawaslu masih ada waktu untuk memasifkan edukasi kepada masyarakat.

"Harusnya Pemerintah Daerah ataupun penyelanggaraan menetralisir hal-hal yang tidak baik. Sebab Pemda termasuk juga institusi yang bertanggungjawab terhadap bagus tidaknya Pilkada," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved