Opini

Memaksimalkan Diri Dalam Beribadah Pasca Ramadan Berlalu

Saat perpisahan, ketika Ramadan benar-benar pergi, tidak ada hal terbaik yang bisa dilakukan selain memaksimalkan diri dalam melaksanakan ibadah.

Handout
Prof. Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag., Dirda LPPK Sakinah Kota dan Dosen UIN Raden Fatah Palembang. 

SRIPOKU.COM -- Dalam perjalanan hidup di alam dunia, perpisahan akan menjadi bagian kisah yang pasti dilalui oleh setiap individu.

Meskipun saat kelahiran merupakan awal sebuah pertemuan, hakikatnya secara bersamaan telah terjadi perpisahan.

Bayi yang baru saja dilahirkan telah mengalami perpisahan dengan kehidupan ternyamannya di alam rahim.

Bisa saja tangisan pertamanya merupakan ekspresi kesedihan akan perpisahan yang sedang ia alami.

Seorang ibu pun akan meneteskan air mata sesaat setelah melahirkan.

Bukan karena tidak bahagia, kesadaran akan hakikat perpisahan yang membuat kesedihan tak terbendung.

Karena selama lebih dari 9 bulan selalu bersama, makan dari makanan yang sama, bernafas melalui jalan yang sama, rasa yang dirasakan sama, tidak sedetik pun waktu yang mampu membatasi hubungan seorang ibu dan janin yang ada dalam kandungannya.

Pasca kelahiran, maka hampir setiap detik manusia akan mengalami ragam peristiwa perpisahan.

Berpisah dengan istri dan anak untuk berangkat ke kantor, atau berpisah dengan teman di kantor untuk pulang kembali ke rumah.

Di antara perpisahan itu ada yang sifatnya sementara seperti untuk kegiatan rutinitas sehari-hari yang terjadi secara berulang-ulang.

Namun demikian tidak ada yang bisa menjamin bahwa pergi ke kantor meninggalkan istri dan anak di rumah, hanya lah perpisahan yang bersifat sementara.

Karena tidak sedikit di antara manusia yang pergi untuk mencari nafkah tidak bisa kembali pulang ke rumah sebab telah dijemput oleh malaikat maut di tengah perjalanan.

===

Perpisahan akan senantiasa menghantui semua aktivitas kehidupan manusia tanpa diundang, direncanakan dan tidak pula memerlukan persetujuan.

Jika perpisahan ada yang bersifat sementara dan ada pula yang abadi, maka pertemuan sifatnya satu, yaitu akan berujung dengan perpisahan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved