Berita Palembang

Ratu Dewa Ingin Pelataran BKB Palembang Tetap Jadi Ruang Terbuka Hijau

Walikota Palembang Ratu Dewa menyatakan, pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang tetap menjadi ruang terbuka hijau, untuk segala aktifitas

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Arief Basuki
TINJAU BKB - Wakil Walikota Palembang Prima Salam meninjau Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Kamis (17/7/2025). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Walikota Palembang Ratu Dewa menyatakan, pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang tetap menjadi ruang terbuka hijau, untuk segala aktifitas masyarakat.

Hal ini diungkapkan Dewa terkait rencana pengembangan BKB Palembang, yang akan diubah lebih cantik dan aman, agar warga Palembang bisa menikmati bersama keluarga, menikmati indahnya BKB dengan pemandangan jembatan Ampera. 

"Untuk pelataran BKB, karena kita ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan memang sudah masuk desainnya serta Detail Engineering Desain (DED) juga. Tetapi saya minta revisi jangan sampai ruang terbuka luas itu di BKB (hilang), saya lihat space- spacenya banyak ada penambahan tenan- tenan dan pohon- pohon, " kata Dewa. 

Orang nomor satu di Palembang itu ingin, BKB tetap menjadi icon kota Palembang dan fungsinya tetap lebih indah.

Sehingga dalam revitalisasi nanti bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan mencerminkan identitas kota secara lebih kuat.

"Memang harus ada revisi (desain relokasi), dimana pertama tidak merubah ciri khas BKB dan juga pelataran sebagai cagar budaya Palembang, termasuk pinggiran dirapikan ada turunannya disungai Musi ada space view jembatan Ampera sehingga direvisi, dan kita targetkan Sabtu selesai, " paparnya. 

Ditambahkan Dewa setelah selesai revisi, nanti pihak Bappeda Palembang akan sounding (koordinasi) dengan Pemprov Sumsel sehingga itu bisa dibangun. 

"Termasuk pelatarannya, ada space seperti air mancur kita minta solusinya, kalau harus ditutup maka ditutup agar mempercantik dan lebih indah BKBnya, " jelasnya. 

Diungkapkan Dewa meski air mancur yang ada sudah dua kali desain dari pemprov Sumsel, namun biar tidak ada kesalahan kedepan, pihaknya akan mengundang para budayawan, seniman, toko masyarakat, toko agama.

"Saya undang untuk merubah dan merevisi desain air mancur, meski desain sudah ada tapi belum menyentuh sebagai filosofinya Palembang sebagai kota tertua, seperti ada usulan ada simbol rumah limasnya dan sebagainya yang masih dikaji, meski sudah masuk tetapi ada masukan dari pihak budayawan yang belum terakomodir sehingga kita akomodir dan jika sudah selesai baru berjalan, " paparnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved