Berita Palembang
Ratu Dewa Ingin Pelataran BKB Palembang Tetap Jadi Ruang Terbuka Hijau
Walikota Palembang Ratu Dewa menyatakan, pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang tetap menjadi ruang terbuka hijau, untuk segala aktifitas
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Walikota Palembang Ratu Dewa menyatakan, pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang tetap menjadi ruang terbuka hijau, untuk segala aktifitas masyarakat.
Hal ini diungkapkan Dewa terkait rencana pengembangan BKB Palembang, yang akan diubah lebih cantik dan aman, agar warga Palembang bisa menikmati bersama keluarga, menikmati indahnya BKB dengan pemandangan jembatan Ampera.
"Untuk pelataran BKB, karena kita ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan memang sudah masuk desainnya serta Detail Engineering Desain (DED) juga. Tetapi saya minta revisi jangan sampai ruang terbuka luas itu di BKB (hilang), saya lihat space- spacenya banyak ada penambahan tenan- tenan dan pohon- pohon, " kata Dewa.
Orang nomor satu di Palembang itu ingin, BKB tetap menjadi icon kota Palembang dan fungsinya tetap lebih indah.
Sehingga dalam revitalisasi nanti bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan mencerminkan identitas kota secara lebih kuat.
"Memang harus ada revisi (desain relokasi), dimana pertama tidak merubah ciri khas BKB dan juga pelataran sebagai cagar budaya Palembang, termasuk pinggiran dirapikan ada turunannya disungai Musi ada space view jembatan Ampera sehingga direvisi, dan kita targetkan Sabtu selesai, " paparnya.
Ditambahkan Dewa setelah selesai revisi, nanti pihak Bappeda Palembang akan sounding (koordinasi) dengan Pemprov Sumsel sehingga itu bisa dibangun.
"Termasuk pelatarannya, ada space seperti air mancur kita minta solusinya, kalau harus ditutup maka ditutup agar mempercantik dan lebih indah BKBnya, " jelasnya.
Diungkapkan Dewa meski air mancur yang ada sudah dua kali desain dari pemprov Sumsel, namun biar tidak ada kesalahan kedepan, pihaknya akan mengundang para budayawan, seniman, toko masyarakat, toko agama.
"Saya undang untuk merubah dan merevisi desain air mancur, meski desain sudah ada tapi belum menyentuh sebagai filosofinya Palembang sebagai kota tertua, seperti ada usulan ada simbol rumah limasnya dan sebagainya yang masih dikaji, meski sudah masuk tetapi ada masukan dari pihak budayawan yang belum terakomodir sehingga kita akomodir dan jika sudah selesai baru berjalan, " paparnya.
| Cetak Generasi Digital, Universitas MDP Palembang Wisuda 503 Lulusan dari Dua Fakultas |
|
|---|
| Perkuat Layanan Medis, BRI Serahkan Bantuan Satu Unit Ambulans ke Yayasan Sahabat Pagaralam |
|
|---|
| 6 Kapolsek di Palembang Berganti, Kompol Dedy Ardiansyah Jabat Kasat Intelkam Polrestabes Palembang |
|
|---|
| Kisah Yuri & Tiwi yang Tekuni Profesi Caregiver, Jadi Solusi di RSMH Palembang, Rp30 ribu Per Jam |
|
|---|
| Respon Keluhan Warga yang Viral, Satpol PP Palembang Gerebek Gudang Tuak di Kalidoni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Prima-Salam-BKB.jpg)